Kitab Taurat
Keluaran
Pengantar Kitab K E L U A R A N
Kitab Keluaran melanjutkan kitab Kejadian dari sisi historis (1:1-5; lihat Kej. 46:8-27). Dalam kitab ini Allah menggenapi janji- Nya kepada Abraham dengan menuntun keturunannya ke Tanah Kanaan (1:7; lihat Kej. 15:5). Kisah keturunan Abraham di kitab ini dimulai dari perbudakan dan penderitaan berat saat seorang raja yang baru memerintah Mesir. Oleh karena ikatan perjanjian-Nya dengan Abraham dan belas kasih-Nya kepada mereka, Tuhan membebaskan mereka melalui kepemimpinan Musa. Bagian akhir kitab ini berisikan peraturan membangun kemah suci (pasal 25-40). Kemah suci melambangkan kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya.
Latar belakang. Sejarah Israel sebagai sebuah bangsa dimulai saat mereka mengikatkan diri dengan Allah melalui Perjanjian Sinai yang dilanjutkan dengan pemberian 10 Hukum Allah. Hal ini meneguhkan mereka menjadi umat pilihan Allah sekaligus bertujuan untuk mengingatkan mereka agar hidup setia pada Allah (pasal 19) sehingga kehadiran Allah pun akan mereka nikmati (20-24). Sejak awal perjalanan Israel di padang gurun (15:22-27, 17:1-7) benih pemberontakan sudah terlihat karena mereka mengalihkan iman akan Allah pada keinginan perut dan mata. Pemberontakan berpuncak saat Harun membuat patung lembu emas untuk disembah ganti Allah (32). Mereka dihukum, tetapi diampuni dan dikasihi-Nya kembali. Oleh anugerah-Nya saja mereka bertahan sebagai umat pilihan Allah.
Kontribusi teologis. Kitab ini menjadi favorit para nabi saat mengingatkan bangsa Israel yang hidup pada zaman kerajaan agar jangan mengkhianati Perjanjian Sinai dengan menyembah dewa-dewi kafir ataupun melakukan berbagai perbuatan amoral. Apabila mereka melupakan Allah dan mengkhianati Perjanjian Sinai maka keadaan mereka seperti “kembali ke Mesir sebagai budak.” Pelajaran dari kitab Keluaran ini mengingatkan kita bahwa penyembahan kita harus berpusatkan kepada Allah saja sebab Dia adalah Allah sejati. Selain itu, melalui kitab Keluaran ini kita juga mengenal kedaulatan-Nya atas bangsa-bangsa di bumi dan kuasa-Nya atas alam semesta. Kisah bangsa Israel dalam kitab ini seharusnya menguatkan komitmen kita tetap setia kepada TUHAN.