Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Berpuasa, untuk Apa?

Rabu, 19 Juni 2024 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Matius 6:16-18

Audio Ayat

Audio Renungan

Petunjuk Tuhan Yesus tentang puasa ini menunjukkan bahwa kebiasaan berpuasa masih terus dilakukan orang pada saat itu, termasuk oleh para murid-Nya. Dalam Perjanjian Lama, puasa masal dilakukan pada Hari Raya Pendamaian (Im. 16:29). Berpuasa juga dilakukan secara pribadi sebagai ungkapan permohonan doa yang sungguh ketika umat Tuhan menghadapi masalah berat atau untuk mengungkapkan penyesalan atas dosa yang sudah mereka lakukan. Dalam Perjanjian Baru, puasa dilakukan gereja untuk menyiapkan mereka bagi misi yang Allah percayakan (mis.: Kis.13:2-3). Tuhan Yesus kembali mengkritik cara berpuasa yang munafik, yaitu orang yang membuat-buat penampakan wajah mereka muram agar diketahui orang lain bahwa mereka sedang melakukan puasa (16). Sebaliknya, Tuhan menasihati orang yang berpuasa agar meminyaki kepala dan mencuci wajah (17). Namun, maksud Tuhan, bukan berarti orang tersebut harus berpura-pura tampak tidak berpuasa atau sedang bersukacita, melainkan agar maksud puasa tersebut terbaca hanya oleh Bapa di surga (18). Prinsip dalam teguran Tuhan Yesus ini jelas. Ada saat orang beriman perlu berkonsentrasi menggumuli kehidupan dan pelayanannya dalam puasa di hadapan Allah. Disiplin puasa baik untuk dilakukan tetapi mengandung bahaya bila cara dan motivasi kita melakukannya beralih dari mencari Allah kepada mencari perhatian manusia. Kehidupan agama dan kerohanian pasti mengandung aspek pribadi dan aspek sosial. Peringatan Tuhan Yesus tentang sedekah, doa, dan puasa ini tidak berarti menganjurkan kita menghindari dimensi sosial keagamaan. Yang harus kita hindari adalah menjadikan ungkapan-ungkapan keagamaan itu sebagai cara untuk menimbulkan kesan positif tentang kerohanian kita dalam diri orang lain. Kerohanian seperti itu palsu adanya. Puasa dan kegiatan ibadah yang benar tidak membuat orang lain terkesan tentang kita, tetapi tentang Allah.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA