Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Bersiaplah!
Rabu, 13 Mei 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Yohanes 2:18-29
Audio Ayat
Audio Renungan
Para pembaca surat Yohanes menghadapi bahaya penyesatan. Sebab itu Yohanes memperingatkan mereka mengenai adanya pendusta, yaitu antikristus (18). Yohanes percaya bahwa "anak-anaknya" akan terlepas dari jerat para pendusta dan penyesat, karena mereka memiliki "pengurapan" dari Allah (20).
Antikristus ialah orang yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus. Itu berarti penyangkalan hubungan Bapa-Yesus (22; band. Yoh. 12:44-45, 13:20). Antikristus adalah orang yang telah meninggalkan komunitas orang percaya (19). Sebelumnya Yesus sendiri telah menubuatkan perihal mesias palsu dan nabi-nabi palsu (band. Mat. 24:23-25). Berdasarkan hal itulah Yohanes menegaskan bahwa para pembaca suratnya sedang berada pada zaman akhir (18).
Bagaimana orang percaya bisa melepaskan diri dari jerat dan tipu daya antikristus? Dengan tekun dan setia pada kebenaran. Bukan berarti orang percaya bergantung pada usaha dan kemampuan sendiri. Melainkan karena orang percaya telah memiliki pengurapan Allah (20,27), hingga mereka mengenal kebenaran. Maka untuk melawan para pendusta, antikristus, dan nabi-nabi palsu, orang percaya harus bergantung pada pengurapan Roh Kudus yang telah dicurahkan atas mereka. Bergantung pada Roh Kudus melibatkan tindakan berpaut pada firman Allah (24). Ini merupakan sebuah tindakan aktif, yang melibatkan tindakan ketaatan pada perintah-Nya.
Bila kita tinggal di dalam Dia, kita tahu bahwa kita lahir dari pada-Nya. Bila kita telah dilahirkan oleh Dia, kita akan dimampukan untuk menjadi pelaku kebenaran-Nya. Saatnya nanti, Ia akan menyempurnakan karya yang telah Dia mulai di dalam diri kita. Inilah landasan bagi keberanian percaya kita pada hari penghakiman kelak (28-29).
Renungkan: Marilah kita tetap bertekun dan setia di dalam iman kita karena pemahaman bahwa kita telah dilahirkan oleh Dia. Dan yang kemudian mengurapi kita dengan Roh-Nya.