Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Bijaksana dalam Mendisiplinkan
Senin, 20 Oktober 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Korintus 1:23-2:4
Audio Ayat
Audio Renungan
Tindakan mendisiplinkan jemaat bukan sesuatu yang mudah dilakukan, baik menyangkut perasaan maupun konsekuensi yang mungkin muncul. Paulus sendiri merasa sedih apabila harus mendisiplinkan jemaat Korintus. Dalam catatan Alkitab, Allah sering melakukan tindakan pendisiplinan umat-Nya.
Paulus menerangkan alasan pembatalan kunjungannya ke Korintus. Ia menyayangi mereka (23), maka ia menghindari kunjungan yang akan memaksanya untuk menyatakan disiplin keras. Pertimbangan lain, Paulus kuatir bahwa jika ia datang dengan maksud pendisiplinan jemaat, maka ia akan dicap bertindak sebagai pemimpin yang keras menggunakan kewenangan semena-mena (24). Karena alasan itulah, ia mengganti rencana itu dengan hanya menulis surat yang berisi teguran keras. Kedatangannya ke Korintus merupakan opsi terakhir apabila tegurannya diabaikan. Bukan dengan maksud menyakiti, tetapi untuk memulihkan (2-4). Ia ingin mereka sadar bahwa pertimbangan dan keputusannya adalah murni. Semuanya itu karena kasihnya kepada mereka di dalam Kristus. Apapun yang dilakukannya sebagai utusan Kristus karena ia menyayangi jemaat Kristus yang telah ditebus.
Paulus bisa saja memakai suratnya sebagai ekspresi kekecewaannya pada jemaat Korintus. Namun, ia lebih suka menggembalakan berdasarkan kondisi mereka. Ia menunggu waktu yang tepat untuk bertindak tepat.
Ini pelajaran bagi kita dalam menghadapi orang yang bersalah. Di satu sisi, ada tipe orang yang mudah menegur orang lain tanpa peduli perasaan orang yang ditegur. Akibatnya, hubungan rusak. Di sisi lain, ada orang dikuasai rasa sungkan. Hasilnya, orang yang bersalah tidak pernah merasa bersalah karena tidak ada teguran.
Renungkan: Janganlah kita meniadakan teguran dalam hubungan dengan sesama saudara seiman. Teguran penting dilakukan dalam rangka saling membangun. Sebab itu, yang harus dipelajari adalah menegur dalam cara yang bijak dan waktu yang tepat.