Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Bukan Aturan, tetapi Hati

Sabtu, 6 Juli 2024 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Matius 12:1-15a

Audio Ayat

Audio Renungan

Dua peristiwa ini menunjuk kepada satu pesan penting tentang inti aturan-aturan agama. Murid-murid Tuhan Yesus, karena lapar memetik bulir gandum (1). Perbuatan demikian tidak salah (Ul.23:25). Namun yang membuat orang Farisi berang bukan Tindakan tersebut melainkan waktu atau saat Tindakan tersebut dilakukan. Murid-murid Yesus memetik bulir gandum pada hari Sabat. Mereka tidak melanggar hukum Allah, hanya melanggar hukum agama yang dibentuk oleh orang Farisi. Respons Tuhan Yesus menunjuk kepada dua peristiwa dalam Perjanjian Lama. Pertama, tindakan Daud (3-4). Ketika lapar, Daud dan rombongannya mengambil roti sajian Bait Allah. 12 roti sajian itu diletakkan di atas meja di dalam tempat kudus, hanya boleh dimakan oleh imam di tempat kudus karena roti itu kudus. Roti sajian itu diminta Daud dari imam Ahimelekh (1Sam. 21:1-6). Itu sebenarnya tidak boleh, tetapi kebutuhan manusia lebih penting dari ritual agama (7, Hos. 6:6). Kedua, tindakan imam-imam (5). Aturan dalamBilangan 28:9, mengatur pekerjaan yang harus para imam lakukan pada hari Sabat. Namun, mereka tidak dianggap bersalah walau melanggar Sabat. Dari kedua peristiwa ini Yesus menegaskan bahwa inti dari peraturan adalah mengutamakan hidup. Selanjutnya (9-15a) Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat. Perbuatan itu tidak melanggar hukum Allah, tetapi melanggar aturan orang Farisi. Orang Farisi membenarkan orang menolong domba yang jatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tetapi tidak memperbolehkan menolong manusia. Bagi Farisi domba lebih penting ketimbang manusia, ritual lebih utama dari belas kasihan. Sebaliknya, bagi Yesus manusia lebih utama dari domba dan ritual agama. Sikap Yesus ini memperlihatkan bahwa Allah menghendaki belas kasihan ketimbang ritual agama. Apakah kita beragama sebatas ritual? Apakah kasih kita kepada Tuhan dan sesama terhambat atau justru bertumbuh melaluinya?

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA