Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Hidup sebagai Anak Tuhan

Minggu, 17 Agustus 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Audio Ayat

Audio Renungan

"Tidak ada hukuman!" Bayangkan bila ketiga kata itu diucapkan oleh seorang hakim kepada terdakwa yang diancam hukuman mati. Tentu dia akan kegirangan karena punya kesempatan menghirup udara lebih lama lagi.

Seperti si terdakwa itulah posisi manusia ketika berdosa. Karena berdosa, tak ada satu hal pun yang mampu dilakukan manusia untuk menyenangkan Allah. Seluruh kecenderungannya tertuju pada dosa (5). Memang ada orang yang baik, tetapi kebaikan manusia berselubung dosa dan akan berujung maut (6). Orang Israel sendiri berusaha keras untuk hidup benar berdasarkan Hukum Taurat. Namun hukum bersifat menuntut maka ketika tuntutan tidak dipenuhi, manusia akan berdosa. Ketidakmampuan orang memenuhi tuntutan Taurat membuat Allah bertindak. Ia mengirimkan Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia dari dominasi dosa. Dengan demikian, manusia dibebaskan dari hukuman dosa (1-4). Bukankah kebenaran ini menggembirakan?

Namun tidak berhenti sampai di situ. Pembenaran merupakan dasar dan titik awal pengudusan. Dan setelah menerima anugerah keselamatan orang harus bertumbuh dalam kasih karunia menuju keserupaan dengan Kristus. Maka sebuah perubahan radikal dituntut dari orang yang percaya Yesus, yaitu perubahan pola pikir, motivasi, dan cara hidup yang sesuai kehendak Tuhan. Untuk itu Allah mengaruniakan Roh Kudus kepada orang yang telah diselamatkan. Roh berdiam dalam diri orang itu dan memimpin dia untuk melakukan kehendak Allah (14). Maka tak ada alasan bagi orang percaya untuk berjalan menurut daging karena orang percaya telah “diadopsi” menjadi anak Allah (16). Anak yang diadopsi telah sepenuhnya menjadi hak orang tua yang mengadopsi dia dan hidup sepenuhnya mengikuti hidup orangtua itu, dan akan diperhitungkan sebagai ahli waris.

Renungkan: Begitu jugalah ketika orang menjadi Kristen. Ia beroleh hak istimewa serta tanggung jawab sebagai anak dalam keluarga Allah. Maka marilah hidup sebagai anak-anak Allah. "]

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA