Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Iman Bukan Sekadar Pengetahuan
Senin, 22 Juli 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Matius 17:14-21
Audio Ayat
Audio Renungan
Pernah mengalami pengalaman yang memalukan? Seseorang datang meminta Anda mendoakannya karena Anda orang Kristen. Namun, ternyata doa Anda tidak menghasilkan kesembuhan untuk menolong dia. Wah, apakah doa orang Kristen tidak ampuh lagi? Kondisi seperti itu yang dihadapi para murid yang ditinggal Yesus naik ke bukit. Mereka tidak mampu menyembuhkan seorang anak yang menderita penyakit ayan (15-16). Yesus menegur mereka dengan keras. Teguran Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus kecewa terhadap mereka. Kekecewaan-Nya ini disebabkan Yesus telah memperlengkapi mereka dengan kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit, tetapi mereka tidak menggunakannya. Selain itu, bukankah Yesus sudah mengutus mereka untuk memberitakan kabar baik? Mengapa mereka gagal dalam hal doa? Masalahnya terletak pada iman para murid yang terbatas pada kehadiran Yesus saja (17). Meski mereka sudah lama mengikut Yesus, mereka belum memiliki iman yang bersandar kepada Allah sepenuhnya. Iman ini digambarkan sebesar biji sesawi yang dapat memerintahkan gunung untuk berpindah (20). Namun, bukan masalah besar kecilnya ukuran iman, tetapi kepada siapa iman itu didasarkan! Zaman ini banyak orang Kristen yang memiliki berbagai rupa doktrin cara penyembuhan. Umumnya menekankan kesembuhan secara spektakuler, Ilahi, dan mukjizat. Hal ini mulai menggeser iman yang seharusnya ditujukan kepada Allah menjadi kepada teknik-teknik penyembuhan. Orang mengkultuskan pribadi hamba Tuhan, pendeta, majelis yang telah menyembuhkan, tetapi melupakan Tuhan, Sang Penyembuh sejati. Yang diperlukan adalah iman yang benar dari kita kepada Allah. Doa, puasa, karunia, manusia, dll. adalah sarana iman yang dianugerahkan Allah bagi umat-Nya. Siapakah sumber kesembuhan yang Anda harapkan dan imani? Tuhan ataukah manusia yang Ia pakai menjadi alat-Nya?