Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Jadilah Saudara, Bukan Hakim Sesamamu!
Jumat, 21 Juni 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Matius 7:1-6
Audio Ayat
Audio Renungan
Tuhan Yesus tidak saja mengajar para pengikut-Nya tentang relasi dengan Allah dan bagaimana bersikap terhadap harta. Namun Ia juga ingin para murid-Nya agar memiliki relasi yang benar dengan sesamanya. Tuhan Yesus melarang kita menghakimi (1). Maksud Tuhan bukan berarti kita tidak usah memedulikan kesalahan orang lain dan membiarkan orang tersebut hidup dalam kesalahan. Dan Ia juga tidak bermaksud bahwa Allah melarang adanya lembaga peradilan. Tetapi maksud Tuhan adalah kita tidak boleh menghakimi dengan menggunakan ukuran yang keras dan yang tidak bertujuan untuk memulihkan. Yesus juga melarang kita menghakimi dengan standar ganda, misalnya ukuran yang lunak dan rendah untuk diri sendiri, sementara ukuran yang keras dan terlalu tinggi ditujukan bagi orang lain (3-4). Ayat 5 jelas menunjukkan bahwa kita perlu menggunakan kapasitas penilaian kita dengan baik, asal tidak munafik. Tuhan Yesus juga realistis tentang keinginan baik kita dalam membangun relasi dengan sesama. Bila tadi Tuhan menentang orang yang terlalu membesarkan masalah orang lain akibat mengenakan standar terlalu berat, kini Ia menentang orang yang terlalu menganggap enteng suatu masalah sebab menggunakan ukuran yang terlalu rendah. Tuhan Yesus keras sekali menyebut bahwa ada orang yang bagaikan anjing atau babi (6), keduanya menekankan kondisi yang najis dan bebal yang tidak responsif kepada-Nya. Penggunaan standar ganda sering kita jumpai masa kini, baik dalam masyarakat luas maupun dalam kalangan gereja. Entah kita cenderung meringankan kesalahan diri sendiri dan memberatkan kesalahan orang lain, atau kita menilai orang dengan memandang kedudukannya. Keduanya tidak Tuhan perkenan atau izinkan. Tuhan Yesus ingin agar kita bertindak sebagai saudara terhadap sesama kita, bukan menjadi hakim apalagi algojo. Aku harus menjadikan sifat dan sikap Allah mengwujud penuh dalam sikapku terhadap sesamaku.