Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Karunia Akan Berakhir, tetapi Kasih Kekal
Selasa, 7 Oktober 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 13:8-13
Audio Ayat
Audio Renungan
Salah kaprah tentang pengertian karunia dalam hidup orang-orang percaya masih sering kali terjadi. Ada yang beranggapan bahwa karunia itu sifatnya kekal. Anggapan ini cenderung membuat orang yang diberikan karunia khusus menjadi sombong.
Keadaan ini terjadi di tengah-tengah pelayanan Paulus kepada jemaat Korintus. Untuk meluruskan anggapan tersebut, Paulus menjelaskan bahwa karunia adalah pemberian Roh Kudus untuk memperlengkapi dan menunjang pelayanan, supaya anak-anak Tuhan dapat melayani lebih efektif dan efisien. Itu sebabnya karunia diberikan kepada seseorang untuk tugas tertentu. Bila tugas si penerima karunia sudah selesai, maka karunia pun ditarik kembali. Tidak demikian dengan kasih. Kasih adalah karakter yang ditanamkan dan harus ditumbuhkan. Karena itu, kasih harus menjadi bagian tidak terpisahkan dalam hidup anak-anak Tuhan.
Dalam bagian ini, Paulus mengingatkan jemaat Korintus yang terjebak kepada pengalaman rohani, berupa karunia-karunia sebagai identitas Kristen. Jati diri Kristen adalah kasih, sedangkan karunia-karunia adalah sarananya. Sarana akan mubazir ketika tidak dipakai, atau sudah tidak diperlukan lagi. Paulus mengambil salah satu contoh, yaitu karunia pengetahuan. Karunia pengetahuan diberikan karena keterbatasan kita mengenal Allah dan misteri rencana-Nya. Bila kita sudah kembali kepada Allah, maka karunia pengetahuan itu tidak diperlukan lagi (9-12). Tidak demikian dengan kasih sebagai jati diri Kristen. Siapa dapat menghadap Allah kalau tidak mengasihi Dia? Lagi pula, kasih adalah sikap respons personal Kristen kepada Allah dan sesama. Tanpa kasih, kita tidak bisa bergaul dengan Allah.
Renungkan: Kasih adalah hakikat kekal Allah. Karena itu, kasih Kristus haruslah menjadi ciri hidup orang-orang Kristen. Kasih Kristus inilah yang harus selalu diutamakan dalam seluruh eksistensi hidup dan pelayanan kita.