Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kasih, Hukum, dan Kebebasan
Jumat, 28 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Galatia 5:13-18
Audio Ayat
Audio Renungan
Kebebasan tanpa norma sama sekali bukan kebebasan melainkan bencana. Banyak orang Kristen salah memahami dan salah memaknai kemerdekaan sejati. Seakan-akan bebas dari dosa berarti bebas untuk berbuat apa saja. Mengapa bisa timbul salah pengertian seperti ini?
Kesalahan pertama, tidak mengerti fungsi hukum Taurat secara tuntas. Keselamatan adalah anugerah, dan bukan diperoleh dengan menaati hukum Taurat. Banyak orang merasa ajaran-ajaran etika di hukum Taurat pun tidak perlu diberlakukan. Akibatnya, mereka merasa sah saja melanggar hukum Taurat, padahal hukum Taurat mengajarkan jalan yang benar unutk dilakukan anak-anak Tuhan. Tuhan Yesus sudah merangkum hukum Taurat menjadi hukum kasih (14).
Kesalahan kedua, salah mengerti maksud Tuhan menyelamatkan orang berdosa. Seseorang diselamatkan agar menjalani hidup dalam kasih. Jadi, anak-anak Tuhan dimerdekakan dari perbudakan dosa dan dari kutuk hukum Taurat supaya dapat mempraktikkan kasih Ilahi kepada sesamanya. Bagaimana cara mempraktikkan hukum kasih itu dan tidak terjerat kepada keinginan daging? Hanya satu cara, yaitu dengan menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Kita harus melawan setiap keinginan daging yang masih mau menguasai kita dengan cara membiarkan Roh Kudus memimpin hidup kita (16-18).
Orang yang belum diselamatkan berbuat dosa karena memang dibelenggu oleh kuasa dosa. Namun, anak-anak Tuhan hidup mempraktikkan keadilan, kebenaran, dan kekudusan sebagai pernyataan kasih mereka kepada Kristus dan sesama. Bukti kasih mereka kepada Kristus adalah berupa kerelaan diatur dan dipimpin oleh Roh Kudus. Bukti kasih mereka kepada sesama adalah menjadi berkat dan teladan hidup beriman bagi sesama.
Renungkan: Hanya dalam kasih karunia Kristus kita dimampukan mengasihi dengan tulus.