Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kehancuran Babel dan Keselamatan Umat
Rabu, 1 Juli 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Wahyu 18:21-19:5
Audio Ayat
Audio Renungan
Dalam kitab-kitab nubuat, ada kalanya seorang nabi selagi berkhotbah melakukan suatu tindakan yang bertujuan meneguhkan beritanya. Tindakan itu biasa disebut peragaan nubuat. Misal, Yehezkiel disuruh berbaring pada satu sisi badannya selama beberapa hari yang melambangkan pengepungan Yerusalem oleh pasukan musuh (Yeh. 4:4-8). Peragaan nubuat yang dilihat oleh umat, menguatkan berita penghukuman yang disampaikan oleh nabi tersebut.
Apa yang dilihat Yohanes dalam penglihatannya, yaitu seorang malaikat mengangkat batu yang besar dan melemparkannya ke dalam laut (18:21) sepertinya berfungsi untuk meneguhkan berita penghukuman kepada Babel sebelumnya (pasal 17). Tenggelamnya Babel berarti berakhirnya kemeriahan yang selama ini dialami dan dinikmati semua rakyat dan para sekutunya (18:22-23). Semua itu merupakan balasan atas perbuatan keji mereka terhadap umat Tuhan (18:24).
Kepastian penghukuman itu mendatangkan pujian kepada Allah yang telah menyatakan keadilan-Nya atas perbuatan jahat pelacur besar itu. Kehancuran Babel berarti keselamatan bagi umat Allah. Maka, tak putus-putusnya pujian 'haleluya' dikumandangkan bagi Allah (19:1, 3, 4, 5, 6). Pujian itu keluar dari umat yang sudah ada di surga (19:1), yaitu mereka yang sudah lebih dahulu mati syahid demi menolak kompromi dengan dosa. Pujian itu sekaligus menyatakan syukur karena kematian mereka tidaklah sia-sia.
Kita melihat bahwa tidak ada kuasa kejahatan yang langgeng di dunia ini. Sejarah di dalam Alkitab maupun sejarah dunia menunjukkan bahwa bangsa adikuasa seperti Asyur dan Babel, Persia dan Romawi hanya bertahan untuk satu era tertentu, setelah itu tumbang dan diganti yang lainnya. Apa yang terjadi dalam sejarah hanyalah cicipan dari kedaulatan Allah yang pada saat yang ditentukan-Nya, segala kejahatan serta biangnya akan dihancurkan total.
Renungkan: Yang penting bagi kita adalah kedapatan setia, sampai Dia, Sang Anak Domba datang sebagai Raja dan Hakim.