Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kemurahan dan Kekerasan Allah
Selasa, 26 Agustus 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Roma 11:11-24
Audio Ayat
Audio Renungan
Pelajaran apakah yang kita terima tentang Allah dari sikap-Nya terhadap penolakan Israel dan dari bagaimana Ia menghasilkan keselamatan bangsa-bangsa asal kafir?
Allah keras berpegang pada prinsip, tetapi bukan berarti kejam atau sewenang-wenang. Maksudnya, Allah tidak berubah-ubah dalam ketetapan, keadilan, dan kebenaran-Nya. Bahkan umat pilihan yang berkeras menolak anugerah dalam Kristus harus menanggung akibat mengerikan, yaitu kebinasaan. Karena Allah keras dan tidak main-main dengan ketetapan anugerah-Nya, maka Israel seolah adonan bantat atau cabang pohon zaitun sejati yang tidak berbuah. Maka dalam ketegasan kebenaran diri-Nya, Allah mengerat umat pilihan-Nya itu. Namun Allah berlimpah kasih dan kemurahan. Ia yang mengerat Israel adalah Ia yang mencangkokkan bangsa-bangsa asal kafir. Melalui pelayanan Paulus ke berbagai penjuru, banyak sekali dihasilkan orang yang asalnya bukan umat menjadi umat pilihan. Mereka menyambut Kristus dan bersukacita dalam keselamatan yang diwujudkan oleh Injil-Nya. Orang-orang beriman pada Kristus yang berasal dari bangsa kafir, seumpama pohon zaitun liar yang dicangkokkan di tempat keratan pohon zaitun asli yang tidak berbuah itu.
Pelajaran keras yang Allah berikan kepada orang Yahudi sekaligus merupakan kemurahan yang tak terselami keajaibannya (22). Allah menjadikan pelayanan penginjilan Paulus begitu berhasil, sehingga orang Yahudi yang menolak Injil boleh mengalami kecemburuan suci (14). Menyaksikan betapa limpahnya anugerah Allah atas orang-orang yang dulunya tidak kenal Allah, Paulus berharap bahwa hal itu menimbulkan kesadaran orang Yahudi tentang kerugian yang mereka tanggung. Dan mendorong mereka menyambut berkat Allah.
Renungkan: Kesadaran akan kekerasan dan kemurahan Allah akan membuat kita juga menjunjung tinggi kemuliaan-Nya! Maka dalam keseharian maupun dalam pelayanan, jangan sembrono memperlakukan kemurahan Allah.