Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kepastian Hidup Kekal
Rabu, 20 Mei 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Yohanes 5:13-21
Audio Ayat
Audio Renungan
Banyak orang berharap setelah meninggal dunia, mereka masuk ke surga. Karena itu, mereka berdoa dan melakukan banyak kebaikan demi memperoleh kebahagiaan di sana.
Yohanes berkata bahwa kita dapat mengetahui apakah kita memiliki kehidupan kekal (13). Tidak perlu menunggu sampai di surga dulu baru kita bisa tahu. Kepastian itu didasarkan pada fakta bahwa Ia menganugerahkan kepada manusia kehidupan kekal melalui Anak-Nya. Jelas bahwa kehidupan kekal bukan bergantung pada perasaan dekat tidaknya seseorang dengan Allah. Bila kita tidak yakin apakah kita sudah memiliki hidup kekal, tanyakan pada diri kita sendiri: "Apakah saya telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya?" Jika ya, kita tahu dalam iman bahwa kita adalah anak Allah. Kepastian itu datangnya dari kehendak Allah, yang dinyatakan melalui Anak-Nya; bukan berdasarkan kehendak kita.
Dalam berkomunikasi dengan Allah pun, kita harus mendasarkannya pada kehendak Allah. Kita bukan hanya meminta sesuatu yang kita inginkan. Tanyakan juga apa yang Dia inginkan bagi kita. Jika doa kita sejalan dengan kehendak-Nya, Dia akan mendengar kita (14). Bila kita yakin bahwa Ia mendengar maka Ia akan memberikan jawaban yang pasti kepada kita (15). Bahkan dalam mendoakan saudara seiman yang berbuat dosa pun, kita harus mengerti kehendak Allah. Karena ada dosa yang mendatangkan maut dan ada dosa yang tidak mendatangkan maut (16). Bukan berarti kita tidak boleh mendoakan orang yang melakukan dosa yang mendatangkan maut. Biarlah kita tetap mendoakan, tetapi kita serahkan perkaranya pada Allah.
Renungkan: Meski kita telah memiliki kehidupan kekal, kita harus tetap waspada (21). Setan berusaha untuk mengambil tempat Allah dalam hidup kita. Si Jahat berusaha mengacaukan pemahaman kita akan kemanusiaan dan keilahian Kristus. Belajarlah dari kebenaran firman-Nya.