Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kuasa dari Atas
Jumat, 2 Mei 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 19:1-16
Audio Ayat
Audio Renungan
Pilatus sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan fatal dengan mengompromikan kebenaran (Yoh. 18:39). Namun, ia tidak mau mengaku salah. Ia berupaya membujuk orang Yahudi supaya Yesus dibebaskan dengan cara menyesah-Nya (1). Ketika Pilatus tidak berhasil meredakan amarah mereka (4-7), ia berbalik membujuk Yesus agar mengaku bersalah agar Ia terhindar dari kemungkinan penyaliban. Pilatus mengingatkan Yesus bahwa sebagai wakil kaisar Romawi, ia memiliki kuasa atas nasib Yesus (10). Namun sekali lagi, Yesus memojokkan Pilatus dengan menyatakan bahwa Pilatus tidak memiliki kuasa apa pun, baik untuk menyatakan Yesus salah atau benar maupun untuk memvonis Yesus bebas atau mati. Kuasa itu hanya ada pada Allah Bapa (11). Dan kuasa itu hanya dinyatakan pada orang-orang yang menerima kebenaran sejati.
Sebenarnya Yesus sudah menyatakan bahwa bila Pilatus berani membela kebenaran maka ia lebih baik daripada para musuh Yesus yang menyerahkan Yesus kepadanya (11b). Sayang sekali, Pilatus memilih menyelamatkan kedudukan daripada menegakkan kebenaran. Daripada terancam dianggap memusuhi kaisar (12b), ia memilih menyerahkan orang tidak bersalah untuk dihukum. Pengadilan Pilatus tidak lebih daripada pengadilan boneka karena tidak ada otoritas, kuasa,keadilan, dan kebenaran di dalamnya. Pengadilan yang seharusnya menjadi tempat orang berharap kebenaran ditegakkan, telah berubah menjadi tempat orang tidak bersalah dibantai demi kedengkian orang banyak dan keamanan pribadi Pilatus.
Orang yang berpegang pada kebenaran sejati akan diberi kuasa oleh Allah untuk berani menegakkan kebenaran, apa pun konsekuensinya. Seharusnya kita yang sudah dibenarkan dalam Kristus menjadi orang-orang yang menyaksikan kebenaran sejati itu.