Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Lazarus, Bangkitlah!
Jumat, 4 April 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 11:28-45
Audio Ayat
Audio Renungan
Tanpa pengenalan yang benar akan Allah, hidup ini tidak berpengharapan. Hidup yang tidak berpengharapan sama dengan hidup tidak beriman!
Kemarahan Tuhan Yesus yang ditunjukkan-Nya dua kali (33, 38) bukan ditujukan pada kesedihan hati dari keluarga yang berduka karena ditinggal kekasih hati mereka, seperti yang ditunjukkan Maria dengan kesedihannya yang mendalam (32). Kemarahan Tuhan Yesus ditujukan pada kematian (maut) yang menyebabkan begitu banyak kepedihan hati. Komentar beberapa orang di Yohanes 11:37 menunjukkan bahwa mereka tidak percaya atau tidak memahami Tuhan Yesus sebagai Allah yang berkuasa membangkitkan orang mati. Demikian juga sikap Marta yang memprotes perintah Tuhan Yesus untuk membuka pintu kubur itu (39), menunjukkan bahwa ia belum sungguh-sungguh mengerti makna Tuhan Yesus sebagai Kebangkitan dan Hidup. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mendemonstrasikan kuasa Ilahi-Nya (42) dengan membangkitkan Lazarus (43-44). Peristiwa ajaib itu disaksikan oleh banyak orang Yahudi yang sedang melawat keluarga yang berduka tersebut sehingga mereka pun menjadi percaya kepada-Nya (45). Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yoh. 20:29b).
Yohanes sengaja mencantumkan kisah kebangkitan Lazarus ini untuk menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah sungguh-sungguh Mesias yang diutus Allah untuk membangkitkan manusia yang mati menuju hidup kekal di dalam Allah.
Kebangkitan Lazarus menjadi kesaksian akan kuasa kebangkitan tersebut. Kiranya kita, umat-Nya yang hidup dimasa kini, dengan bersandarkan pada firman-Nya yang tertulis (Alkitab), dengan iman menaruh kepercayaan penuh kepada Dia yang berkuasa mengalahkan dosa dan maut. Kehadiran-Nya dalam hidup kita niscaya menghasilkan kualitas hidup yang berkemenangan.