Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Mana yang Penting: Iman atau Tanda?
Senin, 1 Desember 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Galatia 6:11-18
Audio Ayat
Audio Renungan
Kekristenan sering dihubungkan dengan hal-hal yang lahiriah, seperti salib, lilin, buku Alkitab, atau hal-hal yang formal seremonjial seperti sakramen baptisan dan perjamuan kudus. Hal-hal itu memang penting sejauh berfungsi sebagai sarana dan bukan menjadi inti iman. BIla hal-hal tersebut mendapatkan penekanan yang berlebihan, maka bisa berakibat hal-hal yang lebih mendasar, seperti iman, terabaikan.
Pada bagian akhir suratnya, Paulus menyimpulkan bahwa orang-orang yang memaksa jemaat Galatia untuk disunat adalah orang-orang yang memegahkan hal-hal lahiriah sebagai tanda kesalahen. Pada hakikatnya, orang sedemikian mengingkari iman Kristen sejati (12). Mereka adalah orang-orang munafik yang menuntut orang lain menaati ajaran mereka, sementara mereka sendiri menghindar semua beban berat itu (13; band. teguran Tuhan Yesus kepada orang-orang Farisi di Mat. 23:4). Paulus sendiri memiliki tanda-tanda lahiriah (17). Namun, tanda lahiriah itu ada karena kesetiaanya memikul salib untuk melayani Tuhan. Paulus tidak bermegah atas tanda-tanda lahiriah tersebut. Bagi Paulus yang penting bukan tanda, melainkan iman sejati yang ada dibaliknya (15).
Ketika kekristenan hanya berhenti sebatas tanda lahiriah, maka ada begitu banyak kerugian yang akan dialami oleh orang Kristen. Imannya akan mandek, bahkan dalam bahaya mati karena tidak lagi menjadi dasar hidup kekristenannya. Karena itu, yang tersisa hanyalah kemunafikan, dari luar kelihatan saleh namun di dalam imannya keropos. Bagaimana mungkin kekristenan seperti itu bisa bertahan menghadapi badai pencobaan? Semudah orang menyembunyikan kalung salib agar tidak ketahuan sebagai orang Kristen, segampang itulah orang menyangkali Tuhannya kalau kualitas kekristenannya hanya sebatas "kulit"
Renungkan: Iman sejati akan mewujud dalam kesaksian hidup yang memberkati orang lain.