Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Merespons Tepat Karya Allah

Rabu, 26 Maret 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Yohanes 9:13-23

Audio Ayat

Audio Renungan

Pada penilaian orang Yahudi paling sedikit telah terjadi tiga pelanggaran terhadap peraturan hari Sabat, karena tindakan Tuhan Yesus terhadap orang buta itu. Tindakan Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta itu, mengaduk tanah dengan ludah, serta menyuruh orang buta itu pergi membasuh diri di kolam Siloam disebut sebagai ketiga pelanggaran itu.

Dari nas ini, kita belajar tiga respons yang diberikan oleh berbagai kelompok mengenai mukjizat ini. Pertama, respons orang-orang Farisi. Sebagian mereka menganggap Tuhan Yesus sebagai orang berdosa karena melanggar peraturan hari Sabat yang melarang orang bekerja pada hari itu (16a). Sebagian Farisi lainnya mempertanyakan bagaimana mungkin orang berdosa menyembuhkan dengan mukjizat (16b). Akhirnya, mereka berupaya membuktikan bahwa tidak pernah terjadi mukjizat seperti itu (18). Kedua, respons orang yang disembuhkan matanya. Ia menyatakan bahwa Tuhan Yesus pasti seorang nabi yang datang dari Allah (17). Inilah respons dari orang yang sudah mengalami anugerah Allah. Ketiga, respons orang tua dari orang yang mengalami anugerah Allah. Mereka takut dikucilkan oleh para pemimpin agama Yahudi sehingga orang tua dari orang yang disembuhkan itu mengelak untuk menjadi saksi perkara mukjizat yang terjadi pada anak mereka (20-23). Sayang sekali, kesaksian yang indah ini ditenggelamkan oleh kepentingan dan sikap mencari aman sendiri. Orang-orang ini telah melihat mukjizat Tuhan, tetapi mereka menolak mengakuinya.

Hanya orang yang sudah mengalami anugerah Allah bisa merespons dengan tepat kebaikan Allah tersebut. Oleh karena itu, kita yang sudah mengalami anugerah Allah harus menjadi saksi-saksi Tuhan Yesus, bahwa Dia adalah Juruselamat dan Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari kebutaan rohani yang membinasakan. Maukah Anda menjadi saksi-saksi-Nya?

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA