Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Pembenaran versus Penghukuman
Jumat, 24 Oktober 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Korintus 3:7-11
Audio Ayat
Audio Renungan
Orang Israel begitu bangga memiliki Perjanjian Lama dengan Hukum Taurat yang tertulis di dalamnya. Mereka cenderung menjunjung tinggi tokohnya, seperti Musa dan Abraham. Peristiwa Musa turun dari Gunung Sinai, setelah menerima dua loh batu bertuliskan sepuluh hukum Taurat, tentu tidak dilupakan oleh orang Israel. Setelah menemui Tuhan, wajah Musa memancarkan kemuliaan-Nya. Saat dia turun dari Sinai, wajahnya bersinar cemerlang. Akibatnya, orang Israel tidak tahan melihat dia. Namun, lambat laun cahaya itu memudar (7).
Kisah ini dipakai Paulus untuk membandingkan kemuliaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Paulus menyatakan bahwa Perjanjian Lama akan berakhir dengan penghukuman (7a). Mengapa demikian? Karena Hukum Taurat berisi standar kebenaran yang tidak dapat dipenuhi oleh siapa pun. Dengan demikian, semua orang dianggap berdosa. Tetapi, Perjanjian Baru adalah pembenaran Allah bagi orang berdosa (9). Mengapa bisa demikian? Karena tuntutan Hukum Taurat telah dipenuhi oleh Tuhan Yesus melalui penumpahan darah-Nya. Betapa besar perbedaan antara penghukuman dan pembenaran. Perjanjian Lama memang memancarkan kemuliaan, namun kemuliaan itu memudar bagai sinar lampu saat fajar menyingsing (10-11).
Banyak orang berpikir bahwa keselamatan dapat diperoleh dengan perbuatan baik. Alkitab jelas menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah. Upaya manusia untuk memperoleh keselamatan Allah melalui perbuatan baik akan menemui jalan buntu. Segala yang dihasilkan orang sudah digelapkan oleh dosa dan akan berakhir pada hukuman Allah. Kita yang menerima anugerah penebusan Allah perlu memiliki hati untuk mendoakan dan memberitakan jalan keselamatan ini kepada sesama kita.
Renungkan: Begitu banyak hal menjadi masalah bagi kita, namun janganlah kita lalai berdoa dan menyebarkan Injil kepada orang-orang dalam lingkup pergaulan kita.