Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Pemberita Injil Sejati
Senin, 17 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Galatia 1:11-24
Audio Ayat
Audio Renungan
Ada orang yang senang memakai perhiasan imitasi untuk bergaya. Orang seperti ini biasanya mengenal tokoh yang ditirunya sebatas lahirian saja. Artinya, ia tidak tahu kedalaman motivasi, hati, pikiran dari perilaku tokoh yang diidolakannya. Ternyata, Paulus bukanlah orang yang seperti itu. Ia menjadi pemberita Injil bukan dengan cara tipu muslihat meniru, melainkan dipilih oleh Allah.
Paulus sadar perkataan kerasnya di perikop sebelum ini harus didukung dengan kewibawaan rasulinya. Maka ia telah menegaskan sejak permulaan bahwa ia menjadi rasul dan pemberita Injil bukan karena kehendak manusia, melainkan karena kehendak Allah (1). Sekarang, ia menegaskan bahwa sumber Injilnya bukan dari manusia, melainkan dari Allah sendiri melalui pernyataan Yesus Kristus (11-12). Riwayat hidupnya membuktikan kedua hal tersebut. Pertama, ia dahulu seorang Yahudi saleh yang sekaligus penganiaya jemaat Tuhan. Namun, Tuhan yang memilih dia sejak semula, secara langsung menugaskannya untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi (13-16). Kedua, Paulus belajar Injil langsung dari Allah di tanah Arab, sebelum ia bertemu dengan rasul Petrus dan tokoh gereja di Yerusalem, Yakobus (17-19). Ketiga, pelayanan Paulus di seluruh daerah Siria dan Kilikia menggema sampai ke jemaat di Yudea, sehingga mereka memuliakan Allah (21-24).
Pertemuan pribadi dengan Tuhanlah yang mengubah Paulus, dari penganiaya jemaat menjadi pemberita Injil sejati. Kita juga harus demikian. Jangan mengandalkan dan meniru para tokoh gereja atau pengabar Injil semata-mata. Kita boleh meneladani hal-hal yang baik dari mereka, namun hal-hal itu tidak boleh menggantikan hubungan pribadi kita dengan Tuhan dalam doa dan firman-Nya.
Renungkan: Efektivitas pemberitaan Injil tidak bergantung pada kehebatan kata-kata, tetapi pada otoritas Allah pada Si pemberita Injil, dan hidupnya yang sudah diubah.