Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Penderitaan Berdasarkan Perspektif Ilahi
Senin, 27 April 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Petrus 4:1-6
Audio Ayat
Audio Renungan
Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia berusaha semaksimal mungkin membebaskan diri dari penderitaan. Respons manusia terhadap penderitaan terbagi menjadi dua bagian: Pertama, berusaha menghadapi penderitaan dengan mengembangkan berbagai keterampilan, seperti berpikir positif dan berbagai cara kreatif untuk mengantisipasi penderitaan. Kedua, mencoba menyangkali atau melarikan diri dari penderitaan yang menghadang.
Bagaimana seharusnya sikap orang percaya terhadap penderitaan? Kita harus melakukan kehendak Tuhan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi penderitaan, sebagai konsekuensinya. Melalui penderitaan, kita bisa menguji apa yang benar-benar penting bagi hidup kita. Penderitaan membuat kita dapat melihat dengan jelas apa sesungguhnya prinsip hidup yang mendasari gerak dan pikiran kita serta hal-hal apa yang masih perlu dimurnikan dalam diri kita. Dengan demikian menjadi jelaslah mengapa kita tidak boleh menyerah terhadap penderitaan melainkan harus menghadapinya dengan berani. Bagaimana caranya? Dengan menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk melakukan kehendak Allah, apa pun konsekuensi yang harus kita tanggung. Dasar dari tindakan ini adalah Kristus yang menderita (1).
Orang percaya perlu melihat penderitaan melalui perspektif Ilahi. Penderitaan di mata dunia identik dengan kekalahan dan kegagalan. Namun tidak demikian bagi para pengikut Kristus. Bahkan rasul Paulus dengan ekstrim pernah berkata bahwa bagi dia kematian merupakan sebuah keuntungan.
Renungkan: Tuhan Yesus berkata bahwa orang yang ingin mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salib. Oleh sebab itu orang percaya tidak perlu takut dan malu menderita oleh karena nama Kristus dan oleh karena pemberitaan Injil. Anugerah Allah terlalu berharga untuk kita sia-siakan hanya karena kita takut pada penderitaan. Mintalah kekuatan Roh Kudus.