Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Penghakiman Allah

Selasa, 5 Agustus 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Audio Ayat

Audio Renungan

Standar kekudusan Allah adalah standar tertinggi yang sulit dicapai manusia. Alangkah beratnya bila manusia dihakimi berdasarkan standar Allah. Namun tidak demikian.

Paulus mengatakan bahwa orang dihakimi berdasarkan ukuran yang dia buat sendiri (1). Mengapa demikian? Orang biasanya memandang diri sendiri benar dan senang menghakimi orang lain. Maka ukuran yang dipakai untuk menghakimi orang lain itulah yang akan dipakai Tuhan untuk menghakimi manusia. Orang juga dihakimi berdasarkan perbuatannya (5-10). Perbuatan seseorang menunjukkan imannya, maka atas dasar itulah dia dihakimi. Selain itu orang dihakimi berdasarkan penyataan Ilahi yang dia ketahui atau pahami (12). Misalnya orang Yahudi. Mereka memiliki Hukum Taurat. Maka mereka akan dihakimi berdasarkan Hukum Taurat. Sementara bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki Hukum Taurat tidak akan dihakimi berdasarkan Hukum tersebut. Dengan demikian tiap orang akan dihakimi secara adil.

Dalam menghakimi, Allah tidak pandang bulu (11). Ia tidak pernah menganakemaskan siapapun. Walau orang Yahudi merasa diri istimewa sebagai bangsa pilihan dan keturunan Abraham, mereka tidak bisa menuntut perlakuan istimewa dari Allah. Tidak ada seorang pun yang masuk surga hanya karena Abraham adalah bapaknya.

Penghakiman bukan hanya menyangkut hukuman bagi yang bersalah (8-9), tetapi juga imbalan bagi yang berbuat baik (7,10). Kita memang diselamatkan bukan karena perbuatan baik, tetapi ketika kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah, pasti kita akan berusaha menyenangkan Dia dengan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Renungkan: Kita tidak bisa main-main dengan penghakiman Allah. Waktunya akan tiba. Bila terasa begitu lama, bukan untuk membiarkan orang punya banyak waktu untuk berbuat dosa melainkan agar orang punya kesempatan untuk bertobat. Orang yang mengeraskan hati dan tidak mau bertobat akan menuai murka Allah pada saatnya.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA