Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Persekutuan Kekal
Rabu, 15 Oktober 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 15:51-58
Audio Ayat
Audio Renungan
Bersekutu dengan Tuhan sering diartikan sempit karena dibatasi ruang dan waktu. Artinya, persekutuan dengan Tuhan hanya ada jika ada kegiatan bersama memuji Tuhan, doa dan membaca firman. Sebaliknya jika tidak, meski sedang berkumpul bersama tidaklah menunjukkan adanya persekutuan dengan Tuhan. Benarkah demikian? Paulus menunjukkan suatu dimensi baru dalam memandang persekutuan dengan Tuhan, yakni dimensi kekekalan.
Paulus mendorong orang Kristen memegang kebenaran akan kebangkitan. Ia menganjurkan orang Kristen hidup benar dalam persekutuan kekal dengan Tuhan. Usaha Paulus ini disertai alasan logis. Pertama, orang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan pada waktu bunyi nafiri terakhir dalam keadaan tidak binasa dan telah diubahkan (51-53). Nabi-nabi Perjanjian Lama sering kali memiliki bayangan tentang terompet, yang digunakan untuk mengumpulkan umat saat perang. Di sini merujuk kepada kumpulan umat Allah pada zaman akhir (bdk. Yes. 27:13). Penjelasan Paulus dilandaskan pada khotbah Yesus tentang akhir zaman (Mat. 24:31). Kedua, peristiwa itu merupakan penggenapan firman Tuhan: (Hos. 13:14; Yes. 25:8) bahwa maut telah dilenyapkan oleh kebangkitan Yesus Kristus (54-56). Paulus mengutip Yesaya yang merujuk ke kemenangan Allah atas kematian zaman akhir, yaitu pada pemulihan terakhir Israel.
Ulasan Paulus mengenai persekutuan kekal memberikan dua pelajaran penting kepada orang-orang Kristen masa kini, antara lain: Pertama, segala jerih lelah umat Allah yang gigih mempertahankan persekutuan dengan Tuhan tidak akan sia-sia. Kedua, selain dipertahankan dengan kegigihan, persekutuan dengan Tuhan harus dipelihara agar tidak goyah dan tetap berdiri teguh (57-58).
Renungkan: Tidak ada cara lain untuk memperoleh persekutuan kekal dengan-Nya selain dari persekutuan kita dengan-Nya tetap terjalin sampai akhir hayat kita.