Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Seleksi Pemimpin Jemaat
Jumat, 30 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Timotius 3:1-13
Audio Ayat
Audio Renungan
Seorang pemimpin seringkali diperhadapkan pada kondisi sulit. Contohnya, seorang gembala sidang diperhadapkan pada kondisi yang mengharuskannya menikahkah pasangan yang hamil di luar nikah. Tentu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dan cermati. Karena itu, dibutuhkan kualifikasi yang tinggi untuk menjadi pemimpin berkualitas dalam jemaat.
Paulus menyadari perlunya standar tertentu dalam memilih pemimpin di gereja. Karena itu, ia membuat beberapa syarat dalam memilih penilik jemaat dan diaken. Untuk menjadi penilik jemaat, ia haruslah seorang yang seorang yang tak bercacat, setia pada pasangan, memiliki pengendalian diri, bijaksana, sopan, suka menolong, cakap mengajar (2). Bukan seorang yang suka mabuk, emosional atau serakah (3). Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya (4). Jangan seorang yang baru bertobat (6). Seorang yang dihormati di masyarakat (7). Hal ini penting dimiliki seorang penilik jemaat, sebab mereka lah yang akan menolong para rasul menggembalakan jemaat Tuhan. Mereka dituntut untuk dapat menjadi teladan yang hidup bagi jemaat.
Sedangkan, syarat menjadi diaken juga hampir sama dengan penilik jemaat (8,11,12). Bedanya, mereka dituntut untuk memiliki pemahaman iman yang baik (9), serta memiliki pengalaman pelayanan dalam jemaat (10). Dua syarat terakhir tersebut penting untuk dimiliki seorang calon diaken. Sebab, tugas diaken bukan hanya melayani kebutuhan praktis anggota jemaat. Mereka juga membantu gembala jemaat dalam pelayanan firman dan pemberitaan Injil (9,13; band. Kis. 6:8-10, 8:5-7).
Standar yang diletakkan Paulus memang tidak mudah. Butuh konsistensi, kerja keras, dan kesungguhan dalam menjalani tugas tersebut. Namun, semua yang dikerjakan bukan untuk kebanggaan pribadi. Seorang pemimpin jemaat bekerja hanya untuk Tuhan.
Renungkan: lakukan semua bagi Dia dan bukan untuk manusia (band. Kol. 3:23).