Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Taurat Menuntun kepada Kristus
Minggu, 23 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Galatia 3:19-25
Audio Ayat
Audio Renungan
Melaksanakan hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan orang dari dosa. Keselamatan adalah anugerah Allah kepada orang yang percaya sesuai janji Allah kepada Abraham. Kalau begitu, apa gunanya Allah menberikan hukum Taurat?
Paulus menjelaskan fungsi hukum Taurat. Pertama, hukum Taurat berfungsi untuk menunjukkan keberadaan dosa yang memperbudak umat manusia (19). Dengan hukum Taurat, orang tidak dapat berdalih bahwa dirinya tidak berdosa atau tidak tahu bahwa yang diperbuatnya adalah dosa (lih. Rm. 7:7-11). Dengan demikian, hukum Taurat mengurung orang dalam kesadaran akan belenggu dosa yang mengikat mereka (22). Bahkan dengan hukum Taurat, manusia menjadi frustasi karena menyadari diri tidak berdaya. Kedua, hukum Taurat diberikan untuk memimpin orang-orang yang hidup sebelum janji keselamatan dalam Kristus digenapi. Hukum Taurat berfungsi sebagai penjaga kehidupan supaya nilai-nilai moral dan perilaku tetap dipertahankan sampai janji keselamatan digenapi. Hukum Taurat tidak dapat membawa manusia kepada keselamatan yang menjadi kebutuhan utama manusia, namun ia dapat menuntun orang untuk mencari atau merindukan kelepasan itu dari sang Juruselamat (23-24). Maka ketika Kristus sudah datang sebagai pembebas dari segala belenggu dosa, hukum Taurat tidak lagi diperlukan sebagai penjaga kehidupan yang benar (25). Dalam Kristus tidak ada lagi perhambaan dosa.
Hukum Taurat menuntun kita kepada Kristus. Jadi Kristuslah yang utama. Dialah yang menjadi dasar anugerah kita beroleh hidup. Dia pulalah yang menjadi alasan kita memelihara hidup suci selaras dengan ajaran Taurat. Dalam Tuhan Yesus, kita membaca dan menerapkan ajaran Taurat dari perspektif hukum kasih, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama (Mat. 22:37-39).
Renungkan: Orang yang terobsesi melakukan hukum Taurat, justru kehilangan fokus pada yang utama, yaitu Kristus.