Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Tritunggal Palsu

Selasa, 23 Juni 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Wahyu 13:11-18

Audio Ayat

Audio Renungan

Roh Kudus, pribadi yang bekerja di hati orang percaya, tidak pernah mempromosikan diri sendiri, melainkan menunjuk kepada Kristus dan Bapa sebagai yang layak disembah dan dimuliakan (Yoh. 16:13-14). Beberapa dekade belakangan ini kita tahu bahwa peran Roh Kudus, terutama di kalangan gereja tertentu, sangat diangkat tinggi dalam berbagai manifestasi. Tentu ada yang Alkitabiah, tetapi banyak juga yang mengawur.

Roh kudus palsu lebih pantas disebut roh kenajisan, digambarkan dengan binatang yang keluar dari bumi (bdk. 1Sam. 28:13). Binatang itu akan mempromosikan binatang yang keluar dari laut, - meniru Roh Kudus mempromosikan Kristus - agar seluruh bumi menyembahnya (12). Caranyalah yang menunjukkan kepalsuannya. Yaitu, dengan berbagai manifestasi spektakuler (13-15), sampai dengan pemaksaaan yang bersifat struktural (15-17).

Manifestasi yang sangat beragam ini pasti membingungkan dan menyesatkan. Apalagi seperti kata Paulus, bahwa di hari-hari terakhir, orang tidak lagi mau mendengarkan ajaran sehat, tetapi hanya yang memuaskan telinganya (2Tim. 4:3).

Yohanes mengingatkan bahwa ketritunggalan palsu ini harus disikapi dengan benar. Sepanjang sejarah gereja, bilangan 666 coba ditafsirkan dengan cara mencocokkannya dengan tokoh dalam sejarah. Mungkin, lebih tepat melihat 666 sebagai upaya untuk mencapai 777, namun gagal. Itulah upaya gagal Si Naga dan kedua oknum tritunggal palsu lainnya. Angka 7 melambangkan kesempurnaan. Angka ke-7 di dalam penjelasan meterai (8:1-5), sangkakala (11:1-19), dan nantinya cawan (16:17-21) selalu menunjuk pada kedatangan Allah dan Kerajaan-Nya. Sedangkan meterai, sangkalala, dan cawan sampai dengan yang keenam jelas berbicara mengenai penghukuman yang semakin dahsyat. Itulah bilangan manusia! Artinya, tidak memiliki kuasa apapun untuk dibandingkan apalagi mau menyaingi kuasa Allah.

Renungkan: Percaya saja pada Allah Tritunggal. Kuasa tritunggal palsu? Siapa takut?

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA