Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Tuhan Menolak "Sandiwara" Rohani

Senin, 17 Juni 2024 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Audio Ayat

Audio Renungan

Penyiar televisi itu tampil meyakinkan. Bersetelan dasi dan jas, ia menyampaikan berita dengan mantap. Siapa yang menyangka bahwa sebenarnya ia memakai baju, dasi, dan jas pinjaman. Dan hanya mengenakan celana pendek. Ia ternyata salah seorang teknisi teve yang terpaksa menggantikan penyiar yang jatuh sakit. Tuhan Yesus memberi peringatan keras terhadap kerohanian yang mirip dengan kisah di atas tadi. Ia tidak ingin kerohanian para murid-Nya hanya untuk menimbulkan kesan positif orang banyak (1,5), padahal keadaan hidup sebenarnya berbeda (baca:munafik) dan tidak sungguh terarah kepada Tuhan. Godaan untuk bersandiwara rohani waktu itu memang sangat besar dikalangan orang Yahudi yang legalistis. Legalisme adalah sikap mementingkan pelaksanaan aturan-aturan dalam agama. Boleh jadi sikap itu bertujuan menyenangkan hati Allah, tetapi ujung-ujungnya bermuara pada mencari pujian dari manusia. Para murid Tuhan Yesus tidak boleh berbuat benar, hidup saleh, memberi sedekah, dan berdoa dengan alasan agar mendapat pujian orang. Sebaliknya, kerohanian yang sejati adalah yang ditujukan kepada Allah semata. Orang yang mencari pujian manusia tidak akan mendapat perkenan Allah dari kehidupan ibadahnya sebab motivasinya untuk beroleh pujian manusia telah terpenuhi. Orang Kristen masa kini pun perlu hati-hati dengan hidup kerohaniannya. Kita perlu memeriksa diri jangan sampai kita bergereja dan melakukan kegiatan gerejawi supaya dipuji orang. Atau, menjadikan kegiatan ibadah kita seperti doa sebagai cara untuk memaksakan kehendak kita kepada Allah (7). Kita perlu belajar memiliki hidup ibadah yang utuh dan bertujuan hanya menyukakan hati Allah, Bapa kita di surga. Meski banyak kegiatan ibadah kita yang tak dapat tidak akan diketahui orang, kita perlu menjaga agar motivasi kita murni, yaitu untuk kemuliaan dan perkenan Tuhan semata. Bapa di surga melihat ke dalam hati. Ia tahu entah ibadah kita sekadar pameran atau tulus untuk memuliakan Dia.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA