Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Ucapan Syukur untuk Kesetiaan Allah
Selasa, 9 September 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 1:1-9
Audio Ayat
Audio Renungan
Faktor apa yang membuat gereja dapat bertahan sepanjang zaman? Apakah ada resep mujarab bagi langgengnya persekutuan orang percaya?
Sebelum menyampaikan keprihatinannya mengenai konflk jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat Korintus (1,2). Bagian ini penting karena akan menjadi semacam âdasar hukumâ bagi umat Allah. Dasar hukum ini akan dipaparkan dalam seluruh suratnya. Tanpa peranannya sebagai rasul Kristus yang ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis. 9:1-19a), ia tidak mempunyai wewenang dan wibawa rohani apapun.
Paulus menekankan adanya hubungan yang khas antara orang-orang percaya yang dipanggil untuk dikuduskan. Semuanya menjadi saudara dalam Kristus. Sebagai saudara, mereka sepatutnya belajar saling mendengar satu sama lainnya. Alasannya adalah kita semua memiliki satu Bapa (3). Kini landasan relasi antara Paulus dan Sostenes yang datang bersamanya dengan para pembacanya telah diletakkan. Keterikatan di antara mereka semua tercipta karena berada dalam satu rumah tangga rohani dan dilingkupi oleh damai sejahtera Allah.
Paulus mengingatkan jemaat Korintus, bahwa sebagai orang yang berutang kepada Yesus Kristus, karena anugerah keselamatan kekal-Nya. Ucapan syukur merupakan hal vital yang tidak boleh terputus dalam kehidupan jemaat. Imbauan Paulus ini didasarkan pada dua hal. Pertama, jemaat memiliki kemampuan untuk saling bersaksi tentang Kristus. Kedua, dalam masa penantian kedatangan Kristus kedua kalinya, iman jemaat tidak akan terombang ambing sehingga jemaat dapat memelihara kehidupan yang bersih dan tidak tercela. Paulus yakin dan optimis karena kesetiaan Allah yang memungkinkan hal itu terjadi.
Renungkan: Apakah sumbangsih kita untuk menjadikan jemaat, yang di dalamnya kita ikut berpartisipasi melahirkan persekutuan yang lestari?