Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Yang Buta Melek, yang Melek Malah Buta
Jumat, 28 Maret 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 9:35-41
Audio Ayat
Audio Renungan
Orang yang sadar akan kesalahannya bisa diajari kebenaran dan akhirnya menjadi orang yang benar. Namun, orang yang merasa diri benar padahal salah, tentu sulit untuk mengajarnya. Ini sama dengan mencoba menolong orang yang merasa dirinya melek padahal ia buta. Hampir mustahil!
Apa yang terjadi pada diri orang buta yang mengalami kesembuhan merupakan suatu anugerah yang membawa sukacita besar. Oleh perjumpaannya dengan Tuhan Yesus, orang buta itu kemudian mendapatkan kesembuhan mata jasmaninya. Lebih dari itu, orang tersebut mengalami pertumbuhan dalam imannya dan oleh anugerah Allah menjadi anak-Nya (35-38). Semua itu terjadi karena respons tepatnya terhadap anugerah Allah. Yang ironis adalah orang-orang Farisi yang merasa dirinya paling benar dan tidak merasa ada kesalahan dalam pengetahuan iman dan kitab sucinya, justru di hadapan Tuhan Yesus mereka sesungguhnya adalah orang-orang buta (39). Kebutaan mereka terjadi karena mereka menolak anugerah Allah yang dapat mencelikkan mereka hingga dapat melihat kebenaran-kebenaran sejati. Pada saat yang sama, mereka memilih memercayai penglihatan buta mereka, yaitu tradisi agama dan penafsiran sempit terhadap Hukum Taurat. Seandainya mereka mengakui "kebutaan" itu, tentu dosa-dosa mereka akan diampuni. Namun karena mereka tetap merasa diri benar maka dosa mereka pun tidak dapat diampuni (41).
Semua manusia buta karena dosa-dosa mereka. Kini, Terang Dunia sudah datang agar terjadi "celik rohani." Orang yang sadar dirinya "buta" boleh datang dan berseru kepada Tuhan maka ia akan dicelikkan dan diselamatkan. Kita harus berdoa untuk orang-orang yang merasa dirinya benar, agar oleh belas kasih Tuhan mereka pun disadarkan dari "kebutaan" mereka dan mengalami anugerah Allah.
Mari memohon kepada Tuhan agar menjadikan kita sebagai alat yang memantulkan sinar kemuliaan-Nya. Kita dipakai Allah sebagai alat yang sanggup mencelikkan mata rohani yang buta.