Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Yesus Membongkar Kepalsuan
Sabtu, 10 Agustus 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Matius 23:1-15
Audio Ayat
Audio Renungan
Tuhan Yesus kini mempertentangkan orang Farisi dan para pemimpin agama dengan fakta-fakta kebobrokan mereka. Ia sebenarnya menghargai posisi ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Ia bahkan menganjurkan para murid-Nya untuk menerima dan melakukan ajaran mereka (3). Yang Tuhan Yesus persoalkan di sini adalah sikap hidup mereka. Pengajar yang benar di hadapan Tuhan adalah mereka yang bukan hanya mengajar orang lain melainkan juga mengajar diri sendiri, sehingga totalitas kehidupan mereka menjadi pengajaran yang hidup. Pengajar yang baik bersedia menanggung beban yang berat di atas bahu sendiri, bukan justru meletakkannya pada bahu orang lain. Orang-orang Farisi itu bukan hanya tidak melakukan apa yang mereka ajarkan (4), mereka menjalankan segala kegiatan rohani bukan untuk Allah, melainkan untuk dipuji manusia (5-7). Di balik kegiatan rohani mereka terselubung keinginan untuk beroleh hormat dan pujian (8). Sikap sedemikian merusak hakikat agama. Kerohanian dan kegiatan ibadah masih mereka lakukan, namun motivasinya adalah penyembahan diri sendiri. Seharusnya keagamaan yang sejati adalah hidup di hadapan Allah, entah dilihat manusia atau tidak. Hidup sedemikian menghasilkan penghormatan sejati kepada Allah. Orang seperti itu tidak akan menyesuaikan kerohanian dengan pendapat manusia. Pemimpin rohani tidak boleh menuntut disebut Rabi (8) dan orang yang dipimpin harus menjauhi pemberian hormat berlebihan kepada pemimpin (9). Pemimpin sejati harus belajar menjadi murid, rendah hati, serta tunduk ke bawah otoritas Allah sebagai kekuatan kepemimpinannya. Kultus individu tidak saja mengancam dunia politik, lebih lagi merupakan bahaya laten dalam kerohanian. Baik pemimpin maupun umat harus menjaga bahwa kehormatan adalah milik Tuhan dan pengaruh dalam kepemimpinan adalah karunia Allah yang harus dijalani dalam sikap hamba bukan sikap tuan.