Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Yesus Menyerahkan Diri

Selasa, 29 April 2025 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Yohanes 18:1-14

Audio Ayat

Audio Renungan

Pada perikop ini, Yohanes menceritakan penangkapan Yesus, proses pengadilan yang mencapai puncaknya pada penjatuhan hukuman mati bagi Yesus, dan pelaksanaan hukuman mati Yesus, untuk menunjukkan bahwa Ia bukan dikalahkan oleh para musuh-Nya. Sebaliknya, dalam setiap peristiwa itu Yesuslah yang memegang kendali. Berdasarkan kedaulatan-Nya sendiri dan atas kehendak Bapa, Yesus menyerahkan diri-Nya sendiri ke tangan para musuh-Nya.

Yohanes menegaskan bahwa Yesus mengetahui semua peristiwa yang akan terjadi atas diri-Nya (4). Ia sengaja datang ke taman itu bersama para murid-Nya untuk berdoa. Ia tahu Yudas akan berkhianat dengan menyerahkan Dia kepada para imam kepala (2-3). Sebenarnya ketenangan dan kewibawaan-Nya menggetarkan dan melumpuhkan para musuh-Nya yang datang untuk meringkus Dia (6). Padahal para musuh-Nya membawa pengawal Bait Allah bahkan menyertakan prajurit Romawi yang bersenjata lengkap (3).

Yesus tetap memegang kendali saat Ia ditangkap dalam taman itu. Ia masih melindungi Petrus dari kesalahan fatal yang dilakukannya dan membebaskan dia dari kesulitan akibat perbuatannya (9-11). Demi melaksanakan kehendak Bapa maka Yesus membiarkan diri-Nya tertangkap (12).

Pada hakikatnya, tiada kuasa apa pun baik kuasa dunia ini maupun kuasa gelap yang sanggup menjamah Anak Allah. Yesus menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap karena Ia tahu dengan pasti bahwa itulah jalan salib yang Allah Bapa inginkan untuk Ia jalani. Hanya dengan cara itulah keselamatan dapat menjadi bagian hidup kita, orang yang percaya kepada-Nya. Kita patut menjaga diri dari tindakan bodoh seperti yang dilakukan Petrus, yang mencoba menyelamatkan Yesus dengan caranya sendiri. Kita harus siap memikul salib kita masing-masing agar kehendak Tuhan terjadi.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA