Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Aku Bukanlah Diriku
Sabtu, 13 September 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 3:1-9
Audio Ayat
Audio Renungan
Mungkinkah ini terjadi pada anda? Bukankah identitas diri adalah menjadi diri anda apa adanya? Paulus menjawab bisa saja. Contohnya, jemaat Korintus. Mereka tidak lagi menjadi diri mereka, tetapi menjadi seperti orang lain.
Perpecahan, iri hati, dan perselisihan yang terjadi di antara mereka (3) memperlihatkan ketidakdewasaan (ayat 1; Yun. nepios, juga: "bayi"). Paulus menyebut mereka dengan sebutan "manusia duniawi". Paulus mengulang sebutan ini sampai dua kali, yakni dalam ayat 1 (Yun. sarkinos) dan ayat 3 (Yun. sarkikos). Ungkapan Paulus itu tidak bermaksud menyamakan perilaku jemaat Korintus dengan manusia duniawi yang tidak mengenal Allah, yang terdapat di 2:14. Kata itu hanyalah sindirian Paulus agar jemaat Korintus sadar akan status dirinya yang baru di dalam Kristus. Mereka seyogianya menjadi manusia rohani yang dewasa dan matang (2:6; Yun. teleios, juga: "dewasa"). Alasan Paulus sederhana, yaitu mereka telah menerima Roh dan hikmat Allah (4; 2:10,12). Sadar, bertobat, dan setia kepada jati diri yang baru. Hal inilah yang menjadi maksud Paulus bagi mereka.
Ironisnya, perselisihan mereka menjadi bukti nyata semangat keduniawian jemaat Korintus makin terlihat jelas. Perselisihan yang mengakibatkan perpecahan disebabkan oleh pro dan kontra mengenai para hamba Tuhan (5-8). Mereka menjadikan masalah rohani sebagai ajang kebanggaan diri. Contohnya, membela hamba Tuhan favorit. Untuk meluruskan ini, Paulus menggunakan metafora pertanian milik seorang tuan tanah. Paulus, Apolos dan rekan-rekannya hanyalah "anak buah" Allah Sang Pemilik (5,8,9). Sebagai manusia rohani, jemaat Korintus seharusnya mengerti bagaimana bermegah di dalam Tuhan (1:31), bukan dengan konyol bermegah dalam para hamba. Sebab terpenting dalam pertumbuhan jemaat hanya Allah sendiri (8).
Renungkan: Jadilah pribadi yang Allah kehendaki, seperti: yang rendah hati, taat, cinta kasih, tidak sombong, berpikiran bersih, dan sebagainya.