Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Allah Melawat Umat-Nya
Selasa, 12 November 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 1:67-80
Audio Ayat
Audio Renungan
Pernahkah kita berpikir secara serius bahwa Allah yang Mahatinggi, Mahakudus, dan Mahamulia itu melawat umat-Nya? Jika melihat keberadaan kita di hadapan-Nya, rasanya mustahil mengharapkan Allah melawat kita. Dalam nyanyian Zakharia ini, kita melihat paling sedikit dua alasan mengapa Allah melawat umat-Nya. Pertama, lawatan Allah menyelamatkan umat-Nya merupakan rencana Allah sejak awal, melalui ikatan perjanjian dengan nenek moyang bangsa Israel, yaitu Abraham (68-75). Kedua, lawatan itu berkembang luas. Artinya, lawatan Allah tidak lagi dimonopoli satu bangsa, tetapi sudah melampaui batas bangsa, suku, budaya, dan bahasa. Lawatan Allah itu bukan berupa berkat jasmani, melainkan berkat rohani, yaitu: pengampunan dosa, kelepasan dari maut, dan anugerah untuk menikmati damai sejahtera-Nya (77-79). Yohanes diutus terlebih dahulu untuk mempersiapkan jalan datangnya lawatan Allah (76). Tidak heran apabila Yohanes disebut sebagai nabi Allah yang Mahatinggi karena seruan pertobatannya menyadarkan orang-orang Yahudi akan pelbagai dosa. Seruan Yohanes juga mengarahkan mereka kepada kebutuhan akan pengampunan dosa, agar mereka dilepaskan dari ikatan kegelapan dan dituntun kepada kehidupan yang berdamai dengan Allah (79). Jadi, lawatan Allah akan disambut dengan pertobatan sejati, yang akhirnya dilanjutkan dengan ibadah sejati. Betapa indahnya, jika hidup kita secara keseluruhan menjadi seperti yang Allah inginkan dalam pemberitaan Yohanes. Kita tidak hanya akan menjadi pembuka jalan bagi Tuhan untuk melawat umat manusia, tetapi juga menjadi alat Allah untuk mewartakan Injil Kerajaan Surga. Hidup yang berguna apabila kita boleh dipakai Allah sebagai tim pembuka jalan kebenaran-Nya, sebelum lawatan Allah itu tiba. Allah mempersiapkan orang-orang yang ingin hidup sepenuh hati bagi-Nya, agar mereka dapat bermanfaat bagi sesamanya.