Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Mulutku Memuji Nama Tuhan
Senin, 11 November 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 1:57-66
Audio Ayat
Audio Renungan
Apakah anda ingat lagu sekolah minggu yang berbunyi, "Tanganku kerja buat Tuhan, mulutku, puji nama-Nya, kakiku berjalan cari jiwa, upahku besar di Surga"? Setelah Yohanes lahir, Zakharia dapat berbicara kembali. Ia pun berkata-kata dan memuji Allah. Ketika Elisabet melahirkan, yang bersukacita bukan hanya keluarganya, tetapi juga tetangga, serta sanak saudara (57-58). Semua turut menyatakan syukur, merayakannya, dan ikut berpartisipasi di dalam upacara keagamaan yang menjadi kewajiban keluarga, seperti: penyunatan dan pemberian nama (59). Sukacita itu bukan semata-mata merayakan kelahiran putra Zakharia dan Elisabet, tetapi peristiwa itu membuktikan betapa besar rahmat Tuhan. Muncul masalah ketika mereka hendak memberi nama kepada si bayi. Menurut tradisi yang berlaku saat itu, nama bayi laki-laki itu harus sama dengan nama ayahnya. Kali ini Elisabet dan Zakharia tidak mengikuti tradisi yang berlaku. Zakharia menuliskan kata Yohanes sesuai pesan malaikat TUHAN kepadanya (60-64). Ketika itu juga suara Zakharia dipulihkan kembali oleh Tuhan. Ia dilepaskan dari belenggu kebisuan (65). Pengakuan Zakharia terhadap kepastian nama Yohanes bagi bayinya merupakan bentuk ketaatannya kepada Allah, sesuai dengan nubuat Gabriel (lih. 1:20). Pengakuan Zakharia akan kedaulatan Allah dan sikap penerimaan itulah yang membuka mulutnya dan membebaskan dirinya dari kebisuan. Kini Zakharia telah mempersiapkan hati dan mulutnya untuk menaikan puji-pujian. Kapan terakhir kali anda menutup mulut memuji Tuhan? Haruskah anda menunggu perbuatan ajaib Tuhan lebih dahulu dinyatakan barulah mau memuji Tuhan? Jangan-jangan yang diberikan Tuhan justru kebisuan akibat dari ketidakpercayaan anda kepada-Nya.