Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Allah Menjawab Keraguan Zakharia
Jumat, 8 November 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 1:18-25
Audio Ayat
Audio Renungan
Ketika mengalami keraguan, nyatakan imanmu dengan memercayai diri kepada Tuhan. Sering kali kita tidak dapat mengerti bagaimana janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita, terutama kita menghadapi situasi yang tidak berpengharapan. Rasa pesimis justru memacu kita untuk menolak memercayai kebenaran Allah. Seperti halnya Zakharia yang tidak percaya nubuatan Allah bahwa ia akan memiliki seorang anak. Sebagai hukumannya, Allah membuat Zakharia bisu sampai anak tersebut lahir. Mengapa bisu? Banyak alasan yang dapat diberikan.Satu-satunya alasan yang jelas adalah Zakharia sebagai imam dipakai oleh Tuhan untuk membawakan doa-doa umat kepada-Nya. Mulut yang biasa dipakai untuk melantunkan doa, kali ini dibungkamkan oleh keraguannya terhadap perkataan malaikat Gabriel (18-20). Bisu adalah hukuman atas keraguannya. Selain itu, bisu juga adalah alat untuk mencegah Zakharia bertindak munafik, dengan tetap melantunkan doa permohonan ampun umat kepada Allah, mencegahnya kepada dosa yang lebih berat. Akan tetapi respons Zakharia berbeda dengan respons Elisabet. Ketika mengetahui dirinya mengandung, ia memuji Tuhan. Ia langsung mengenali perbuatan tangan Tuhan yang terjadi atas dirinya. Perhatikan ucapan Elisabet, "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang" (24-25). Ucapan ini mengandung rasa syukur dan terima kasih bahwa Tuhan telah menghapus aib atas keluarganya. Jadi, Zakharia dibuat bisu untuk mencegahnya dari kemungkinan "memalukan" Tuhan, sementara Elisabet diberi kebebasan untuk "memuliakan" Tuhan. Zakharia mungkin tidak perlu dibuat bisu andaikata ia dapat merespons perkataan malaikat Tuhan seperti Maria, tunangan Yusuf (band. 1:38), "Jadilah kehendak-Mu atasku." Waktu anda menghadapi kemustahilan dalam hidup ini, apakah hal itu mustahil juga bagi Tuhan untuk menyelesaikannya atau pun mewujudkannya?