Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Meski Tidak Mengerti, namun Percaya

Sabtu, 9 November 2024 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Audio Ayat

Audio Renungan

Bangsa Yahudi hidup di bawah ketentuan tradisi atau budaya yang sangat ketat. Salah satunya adalah melarang hubungan seks di luar nikah, dengan alasan apapun. Jika itu terjadi, maka perempuan yang mengandung akan diusir atau dikucilkan dari masyarakat. Ironisnya, setiap orang yang memiliki ikatan keluarga dengannya harus diputuskan. Kondisi ini membuat Maria kuatir dan takut, sebab ia hamil diluar nikah. Berbeda dengan respons Zakharia. Maria menerima kenyataan tersebut dengan kerelaan dan ketulusan hati, walau risiko yang akan dihadapinya sangat pahit dan mengerikan. Ia berbuat demikian karena ia percaya akan perkataan malaikat Gabriel. Tujuan Gabriel adalah mempersiapkan Maria menjadi alat Allah untuk kelahiran Juruselamat. Bagi Maria, hal itu merupakan kehormatan besar, karena di zamannya ada kerinduan besar bagi para perempuan Israel untuk menjadi ibu bagi Mesias (band. 1:42). Kerinduan Maria terkabul lewat salam dari Gabriel, "Salam, engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (28). Hanya saja pemilihan itu memakai cara yang sulit dimengerti dan bahkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat Yahudi yang sangat memperhatikan kesucian keluarga. Potensi itu digambarkan di Injil Matius, justru oleh sikap calon suaminya sendiri, Yusuf (Mat. 1:19). Dari kedua figur ini kita dapat menyimpulkan bahwa Zakharia dalam ketidakmengertiannya membuahkan sikap tidak percaya. Maria justru belajar menerima hal yang sulit itu. Ia siap menerima risiko kehancuran hubungannya dengan Yusuf. Lagipula, Elisabet isteri Zakharia yang juga mengalami kuasa Allah yang ajaib itu, memberikan penghiburan kepada Maria untuk menerima kejadian yang tidak masuk akal itu. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Karena itu, orang-orang yang dipilih dan dipakai-Nya harus berani mengatakan, "Ya Tuhan ku percaya, jadilah padaku sekehendak-Mu!"

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA