Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Antara Tradisi, Budaya, dan Iman Kristen

Rabu, 7 Januari 2026 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Ayat Renungan

Kolose 2:16-23

Audio Ayat

Audio Renungan

Dalam beberapa kebudayaan, khususnya bagi orang Tionghoa, ada tradisi berdoa kepada arwah leluhur. Tradisi idan budaya ini dikenal dengan nama Ceng Beng. Sebagian besar orang-orang Tionghoa di Indonesia masih merayakan adat istiadat ini. Masalahnya, bagaimana dengan mereka yang sudah percaya? Bolehkah kita mengikuti tradisi seperti ini?

Problem antara iman Kristen dan tradisi bukan hanya terjadi di masa kini, namun juga pada zaman Paulus. Meski jemaat Kolose mengaku percaya kepada Kristus, tetapi mereka sering mencampuradukkan antara budaya nenek moyang dengan iman Kristen (18-19). Budaya yang dimaksud kemungkinan merupakan campuran antara budaya Yahudi kuno dan gnostisisme. Ciri-cirinya, ada penyembahan terhadap malaikat, fokus terhadap penglihatan-penglihatan, larangan tentang makanan najis, serta adanya kemungkinan tindakan asketis (18,21,23). Akibatnya, karya kematian Kristus belum cukup lengkap jika tidak ditambah dengan tradisi dan pelbagai aturan yang ada.

Meski demikian, bukan berarti Paulus anti terhadap tradisi. Yang ditentang oleh Paulus adalah sikap jemaat tidak dapat memilah mana yang prinsipil dan yang tidak. Akibatnya, terjadi sinkretisme antara tradisi dan iman Kristen. Paulus juga menegaskan bahwa hukum-hukum itu sudah digenapi dalam Kristus. Sebab itu, keselamatan bukan lagi karena hadiah dari ketaatan kita menjalani hukum, namun anugerah Allah melalui pengorbanan Kristus (20). Ia sudah menang atas maut dan Iblis sudah dikalahkan-Nya. Dalam Dia, kita mengambil bagian dalam kemenangan-Nya.

Ingat: Menjadi Kristen bukan berarti menjadi seorang yang anti budaya atau tradisi. Namun, tahu mana yang prinsip dan tidak prinsip. Kristus adalah Tuhan dan keselamatan hanya karena anugerah dari Dia, itulah prinsip iman Kristen. Sehingga saat menjalankan tradisi, kita tetap harus terbuka tapi juga kritis terhadap apa yang tradisi itu ajarkan. Karenanya, mohon hikmat dari Tuhan selalu.

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA