Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Berjaga-jaga
Senin, 19 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Tesalonika 5:1-11
Audio Ayat
Audio Renungan
Beberapa tahun lalu, RCTI menayangkan acara berita tentang kriminalitas yang terjadi di masyarakat Indonesia, berjudul âSergapâ. Salah satu faktor yang menyebabkan acara ini popular ialah pesan bang Napi. Pesan ini berbunyi, âIngat, kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya. Tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!â Maksudnya, kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kita tidak dapat mengetahui waktu yang pasti, karena itu perlu terus berjaga-jaga.
Paulus juga mengingatkan kepada jemaat Tesalonika untuk waspada. Bukan terhadap pencuri, namun karena kehadiran Allah yang tak terduga waktunya (2-3). Berjaga-jaga adalah respons orang yang sungguh percaya pada Kristus. Mereka digambarkan seperti anak-anak terang. Yang menjalankan hidupnya dengan iman, kasih, dan pengharapan (8).
Sedangkan anak-anak malam, hidup dalam hawa nafsu dunia (7). Tanpa sadar bahwa Kristus dapat datang kapan saja dan menghakiminya karena kejahatan yang dilakukan. Orang seperti ini, seolah ditetapkan untuk binasa (band. 9).
Karena itu, Paulus mengingatkan kepada jemaat untuk saling membangun dan menasihati sebagai saudara seiman (11). Agar hidup mereka terus disadarkan akan kedatangan-Nya yang tak terduga. Di mana setiap orang, menghadap takhta-Nya dan mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya.
Meskipun surat ini dibuat beribu tahun lalu, namun pesan Tuhan tak pernah berubah. Kedatangan-Nya sudah sangat dekat, jauh lebih dekat dibandingkan pada zaman Paulus. Karena itu, kita perlu terus berjaga-jaga. Dengan terus menjalin relasi personal bersama Allah. Taat akan perintah-Nya dan hidup dalam kebenaran-Nya. Agar di akhirnya nanti, kita ditemui-Nya tetap setia sebagai hamba-hamba Allah yang hidup.
Renungkan: Hidup kita di dunia adalah anugerah yang harus dipertanggung-jawabkan di hadapan takhta pengadilan-Nya yang agung. Sudahkah kita menjalaninya dengan baik?