Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Kedatangan Tuhan
Minggu, 18 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Tesalonika 4:13-18
Audio Ayat
Audio Renungan
Kehilangan sanak saudara atau pasangan, merupakan salah satu fase hidup yang berat bagi banyak orang. Dalam duka yang dirasa, tak jarang muncul harapan agar suatu saat dapat berjumpa dan berkumpul kembali di surga.
Perasaan rindu ingin bersama kembali, memunculkan kegelisahan dan pertanyaan dari jemaat Tesalonika. Bagaimana dengan sanak saudara mereka yang telah meninggal?
Menjawab kegelisahan ini, Paulus menyadarkan mereka bahwa kesedihan orang Kristen berbeda dari yang lain (13). Sebab, di dalam Kristus ada pengharapan akan kebangkitan dan hidup kekal bersama-Nya (14). Lebih lanjut, pada saat kedatangan Kristus kali kedua, orang percaya yang masih hidup akan berkumpul bersama dengan saudara seiman yang sudah mati dan dibangkitkan. Mereka akan menyambut Kristus yang datang di awan-awan (15-16). Kemudian, semua umat Allah akan terangkat menuju ke surga (17).
Optimisme Paulus, bertujuan untuk menjawab konsep jemaat yang saat itu masih melihat kematian sebagai sebuah bagian dari perjalanan kehidupan kedua dalam pemikiran agama Pagan. Mereka berpendapat, setelah kematian roh harus berjalan melewati jalan yang sulit dan berbahaya. Bila gagal, maka roh akan lenyap selamanya. Karena itu, jemaat takut, bilamana mereka nanti tidak dapat bertemu lagi dengan orang terdekatnya.
Selain menghibur, Paulus juga mengarahkan kembali pemikiran jemaat pada Kristus. Pada akhir zaman nanti, fokus tiap manusia bukan lagi pada orang terdekatnya. Akan tetapi, kepada Kristus yang datang dalam kemuliaan-Nya. Karena itu, berulangkali ia menekankan akan Kristus yang telah bangkit dan datang kembali. Kedatangan-Nya adalah penghiburan terbesar orang percaya. Sebab, kehadiran-Nya kembali bukan hanya untuk menjemput orang percaya, namun juga membebaskan mereka dari segala kesusahan dan penderitaan duniawi.
Renungkan: Kristus adalah fokus utama hidup manusia, baik di dunia, maupun di surga nanti.