Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Bermegah dalam Tuhan
Jumat, 7 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Korintus 10:12-18
Audio Ayat
Audio Renungan
Kita mungkin sering bermegah atas banyak hal dalam kehidupan kita. Misalnya, bermegah atas hasil kerja yang memuaskan. Sebagai orang percaya, bolehkah kita bermegah? Apa yang Alkitab katakan tentang bermegah?
Sekelompok orang di Korintus ternyata memiliki kebiasaan untuk memegahkan diri mereka sendiri (12b). Bagi Paulus, sikap mereka dapat menjadi ancaman bagi kemurnian iman jemaat Korintus. Oleh karena itu, Paulus berkepentingan untuk mengoreksi kebiasaan tersebut. Apakah itu berarti Paulus melarang orang memegahkan diri? Dalam teks yang kita baca ini, tidak ada kesan bahwa Paulus melarang orang bermegah. Ada beberapa kritikan Paulus, antara lain: Pertama, kemegahan yang berpusat pada diri sendiri (12b). Seolah- olah segala keberhasilan yang diperoleh adalah berkat kemampuan diri semata dan tanpa campur tangan Tuhan. Kedua, kemegahan dalam ketidakjujuran (13-16). Sekelompok orang di Korintus bermegah atas keberadaan jemaat Korintus, seolah-olah merekalah yang paling berperan membangun jemaat itu. Paulus menegaskan bahwa bukan mereka yang telah membangun jemaat itu, tetapi diri dan timnya yang telah berjuang membangun jemaat Korintus.
Bermegah bukanlah suatu tindakan yang salah. Namun Paulus menegaskan kepada jemaat Korintus bahwa jika mereka bermegah, hendaklah mereka bermegah di dalam Tuhan (17). Maksudnya adalah kemegahan itu seharusnya tidak terlepas dari kesadaran bahwa keberhasilan yang dicapai merupakan berkat campur tangan Tuhan. Kemegahan itu seharusnya merupakan kemegahan karena prestasi yang dihasilkan dari kerja keras, yang tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran, dan kebenaran. Jadi, bukan keberhasilan yang diperoleh dari hasil kebohongan dan manipulasi. Kiranya kita hanya bermegah atas kuat kuasa Tuhan di dalam diri kita.
Renungkan: Apakah aku bermegah dengan kesadaran bahwa semua prestasiku adalah karunia dari Tuhan?