Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Jangan Sampai Pudar
Sabtu, 8 November 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
2 Korintus 11:1-11
Audio Ayat
Audio Renungan
Kepedulian Paulus yang sedemikian besar terhadap kemurnian gereja membuat dirinya dianggap bodoh dan salah. Paulus mendesak jemaat Korintus untuk mengetahui kesejatian Paulus sebagai rasul Yesus Kristus.
Kekhawatiran Paulus akan kesetiaan jemaat Korintus kepada Kristus memudar karena mereka tertarik pada rasul-rasul yang tak ada taranya (5). Paulus mengingatkan bahwa mereka sudah dipertunangkan kepada Kristus. Kristus telah menebus mereka, karena itu mereka harus setia kepada-Nya. Jangan sampai mereka tertarik pada pemberitaan "para rasul yang tak ada taranya" tentang Yesus yang lain, roh yang lain, dan injil yang lain (4). Apa lagi ketertarikan itu disebabkan oleh kebodohan Paulus, yaitu tidak terampil dalam berbicara (6). Meski demikian, Paulus berhasrat murni terhadap kesucian kasih dan kesatuan jemaat. Sebab dialah yang mempertemukan Kristus kepada mereka. Ia tidak rela mereka diperdaya dan disimpangkan seperti yang pernah terjadi pada Hawa (3).
Hal lain yang menjadi penyebab jemaat Korintus mengkritik Paulus adalah keputusannya untuk tidak bergantung secara finansial kepada mereka. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya selama melayani di Korintus. Andai masih ada kekurangan, jemaat lainlah yang Paulus bebani untuk mendukung kekurangan ini. Itu disebutnya sebagai "merampok jemaat lain" (8). Mungkin hal itu dipandang tidak pantas. Mungkin mereka merasa terhina sebab Paulus menolak membebani mereka, tetapi membebani jemaat lain. Terlebih lagi, "para rasul yang tak ada taranya" itu justru menuntut penghargaan secara finansial dari jemaat Korintus.
Jemaat Korintus tampaknya memandang rasul hanya dari segi tampilan lahiriahnya tanpa memperhatikan pengajaran atau motivasinya. Godaan untuk mementingkan penampilan dan mengabaikan hal-hal sentral kekristenan, contohnya dogma, kesucian hidup, dan lainnya, makin menggila di zaman kita ini.
Renungkan: Ingatlah bahwa penampilan sering kali menipu. Kristus yang seyogianya menerima iman, harapan, dan kasih kita.