Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Berpikir Positif ala Kristiani
Selasa, 30 Desember 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Filipi 4:8-13
Audio Ayat
Audio Renungan
Ayat 8 disebut orang sebagai pemikiran positif ala Kristen. Setelah lahir baru, kita masuk dalam proses pengudusan yang berjalan seumur hidup. Pengudusan yang dikerjakan Tuhan mencakup seluruh aspek hidup kita, seperti aspek pikiran.
Karena dosa, manusia suka memikirkan apa yang jahat di mata Tuhan. Paulus mengajak jemaat di Filipi belajar mengontrol atau melatih pikiran untuk hal-hal yang baik. Banyak hal yang kita lakukan dipicu dan dikendalikan oleh apa yang kita pikirkan. Misalnya, jika kita berpikir jahat tentang seseorang, maka kita akan menyatakannya pula dalam relasi dan sikap kita terhadap dia. Ketika kita berpikiran kotor, kita didorong untuk melakukan hal yang kotor pula. Sebaliknya, apabila kita memikirkan apa yang benar, yang mulia, yang adil, suci dan seterusnya (8), kita juga akan melakukan hal-hal yang benar, mulia, adil, dan suci. Paulus sendiri mempraktikkan prinsip ini, sehingga dapat hidup tanpa didikte oleh keadaan (10-13).
Pikiran tidak memiliki kekuatan otonom untuk menentukan apa yang hendak dipikirkannya. Pikiran membutuhkan anugerah Tuhan agar dapat berfungsi dengan benar. Pengudusan pikiran adalah hal yang sangat penting. Dengan anugerah Tuhan, kita melatih pikiran kita dengan jalan merenungkan firman Tuhan (8). Hal-hal dalam ayat 8 meliputi berbagai macam modus kehidupan. "Yang benar" mencakup aspek rasionalitas; "yang mulia" aspek ibadah; "yang adil" aspek hukum; "kesucian atau kemurnian" mencakup aspek kesalehan; "yang manis" aspek estetika; "sedap didengar" aspek informasi yang kita konsumsi; âkebajikanâ berkaitan dengan moral dan etika; âpatut dipujiâ mencakup konsep nilai. Kekristenan mengajarkan keutuhan dan bukan perpecahan. Jika hati kita telah dikuduskan oleh Kristus, maka seluruh aspek hidup kita pun harus dikuduskan.
Tekadku: Aku akan belajar melatih pikiranku untuk merenungkan hal-hal yang benar, yang mulia, dan lainnya serta mengekspresikannya dalam totalitas hidupku. "]