Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Bersama Menjadi Instrumen Allah
Minggu, 11 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kolose 4:2-6
Audio Ayat
Audio Renungan
Dalam konser musik klasik, satu kelompok orkestra simponi biasanya berisi 100 orang. Masing-masing orang dikelompokan berdasarkan alat musik yang dimainkan. Rata-rata dalam satu kelompok orkestra ada 10-12 alat musik berbeda yang dimainkan bersama. Tujuannya, untuk menghadirkan gubahan lagu yang indah bagi tiap penonton yang hadir menyaksikan orkestra tersebut.
Menampilkan sesuatu yang indah bagi Tuhan, juga merupakan tujuan hidup orang percaya. Namun sama seperti sebuah orkestra, kita tidak bisa melakukannya seorang diri. Butuh kerja sama dan saling menopang dalam pelayanan. Karena itu, Paulus mendorong dan meminta tiap jemaat di Kolose berdoa dan terus berjaga-jaga (2). Selain itu, Paulus juga meminta mereka mendoakan dirinya dan rekan-rekan lainnya dalam upaya pemberitaan injil (3). Karena ia sadar beratnya tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam pelayanan injil.
Paulus juga mendorong mereka untuk hidup dalam hikmat, sehingga lewat perbuatan dan perkataan, mereka dapat menjadi saksi bagi orang yang belum percaya.
Paulus sadar bahwa pelayanan pemberitaan injil bukan hanya menjadi tugas Paulus dan para rasul. Namun, juga tugas setiap orang yang percaya. Ia yakin bahwa tiap orang percaya dapat dipakai menjadi instrumen Allah dalam menyatakan kemuliaan-Nya sehingga tiap orang yang belum percaya dapat memandang keajaiban anugerah Allah lewat kesaksian hidup mereka (5).
Sama seperti jemaat Kolose, kita juga adalah bagian dari instrumen Allah. Bersama-sama, kita berperan dalam lingkungan keluarga, sekolah, kantor, dan masyarakat. Memainkan âsuara-suaraâ Injil yang indah. Sehingga, di manapun kita berada, tiap orang dapat mendengar dan melihat kemuliaan Allah.
Renungkan: Sebagai satu bagian dari orkestra, kita seharusnya juga bisa saling mendukung dalam pelayanan. Bukan untuk menunjukkan siapa diri kita, namun untuk menyatakan kemuliaan nama-Nya