Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Transformasi Domestik
Sabtu, 10 Januari 2026 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Kolose 3:18-4:1
Audio Ayat
Audio Renungan
Perubahan terkecil dalam hidup seseorang, dapat dirasakan paling baik oleh orang terdekat kita. Karena, merekalah yang sungguh-sungguh memahami siapa kita dan bagaimana kita bersikap selama ini. Sebab itu, Paulus mengawali transformasi hidup orang percaya bukan dalam ranah yang global. Namun, dalam lingkup domestik, yaitu keluarga.
Keluarga dalam konteks zaman itu, terdiri dari ayah, ibu, anak, dan juga pembantu atau budak. Dan dalam bagian ini, Paulus mencoba memberi nasehat pertama-tama pada Istri agar mereka tunduk pada suami (18). Hal ini dilandaskan pada pemahaman bahwa gereja adalah istri dan Kristus ialah suami sehingga ketundukan kepada suami dipandang sebagai bentuk ketaatan kepada Kristus sendiri (band. Ef. 5:23). Demikian juga sebagai suami, mereka bertanggungjawab untuk mengasihi istri mereka sebagaimana Kristus mengasihi jemaat-Nya (19).
Demikian juga dalam relasi anak dan orangtua. Anak harus hormat dan taat kepada orang tua mereka (20). Orang tua juga tidak boleh sewenang-wenang dan menyakiti hati anak (21), karena mereka adalah teladan bagi anak.
Paulus juga mengingatkan agar orang percaya tidak hidup sewenang-wenang terhadap pembantu atau budak mereka. Ia mengingatkan bahwa tuan yang sesungguhnya adalah Allah (4:1). Karena itu, para tuan hendaknya memperlakukan budak atau pembantu dengan adil dan penuh kasih. Demikian juga para pembantu, mereka harus hidup penuh ketaatan dan melakukan yang terbaik bagi tuannya (22-23). Dan yang terpenting dari semua adalah lakukan semua ini seolah untuk Kristus dan bukan untuk manusia (24).
Dengan menaati nasehat ini, maka perubahan yang terjadi bukan hanya dalam ranah personal tapi juga relasional. Perubahan ini diharapkan dapat juga memberi kesaksian, terutama bagi hidup orang-orang terdekat kita. Sehingga, mereka juga dapat mengenal dan percaya pada Kristus lewat kesaksian hidup kita.
Renungkan: Sudahkah hidup anda menjadi kesaksian dalam keluarga?