Gemar Membaca Alkitab

Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.

Buah Pertobatan

Selasa, 19 November 2024 — Santapan Harian x GKI Perniagaan

Audio Ayat

Audio Renungan

Seorang perempuan tua berkata kepada pendetanya bahwa sekarang ia sudah bertobat. Pendeta itu lalu bertanya, "apa buktinya engkau sudah bertobat?" Perempuan itu menjawab, "dulu saya selalu menyapu kotoran ke bawah karpet. Namun, sekarang saya membuangnya ke tempat sampah." Tanda pertobatan sejati adalah buah Roh yang dihasilkannya (lih. Gal.5:22-23). Seruan Yohanes Pembaptis tentang pertobatan dan penghakiman Allah ditanggapi dengan kebingungan orang-orang Yahudi. Pertama, orang banyak bertanya kepada Yohanes apa yang harus mereka perbuat agar selamat (10). Yohanes berkata bahwa mereka harus menunjukkan cinta kasih terhadap sesamanya dengan cara berbagi apa yang mereka miliki untuk disumbangkan kepada mereka yang kekurangan (11). Kedua, pemungut cukai bertanya (12) dan Yohanes menjawab bahwa mereka harus menjaga integritas dalam pekerjaan, dengan cara tidak mengenakan bunga yang tinggi kepada sesamanya (13). Godaan ini harus mereka atasi dalam memanipulasi uang pajak sebagai bentuk konkret pertobatan. Ketiga, para prajurit datang dengan perasaan gelisah dan bertanya (14a). Yohanes dengan tegas mengarahkan mereka tidak memanfaatkan kuasa untuk memeras dan merampok orang lemah demi kepentingan sendiri (14b). Yohanes menyarankan agar mereka belajar hidup cukup diri dari gaji yang ada. Peringatan keras ini dimaksudkan agar tidak terjadi kemunafikan di antara orang banyak yang mengaku sudah bertobat. Yohanes Pembaptis mengerti bahwa dia bukan Mesias sehingga tidak berhak menghukum orang berdosa (15-16). Apabila Mesias datang, maka di tangan-Nya sudah tersedia penampi sebagai alat penyaring (17). Gambaran ini memperlihatkan betapa Allah serius terhadap dosa. Bukti nyata seperti apakah yang dapat kita tunjukan sebagai bentuk pertobatan yang serius kepada Allah?

Terhubung

Bertumbuh bersama dalam iman

Bergabunglah dalam komunitas GeMA untuk berdiskusi, saling menguatkan, berbagi pokok doa, dan bertumbuh bersama dalam iman.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Gabung Grup WA