Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Pertobatan Sejati
Senin, 18 November 2024 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Lukas 3:1-9
Audio Ayat
Audio Renungan
Zaman sekarang banyak orang yang mencari pelbagai pengalaman agamawi yang spektakuler. Kalau ada klaim pengalaman supranatural, pastilah banyak orang berbondong untuk menyaksikannya bahkan kalau boleh ikut mengalaminya. Apa yang melandasi motivasi mereka? Sangat Beragam. Ada yangsekadar ingin melihat sensasi. Ada yang haus akan hal-hal rohani. Namun, ada juga yang merasa dirinya memang berdosa, dan mencari cara untuk mendapatkan kelepasan dan pengampunan dari Allah. Pelayanan Yohanes Pembaptis memang spektakuler. Di satu sisi, dia dengan lantang memberitakan penghakiman Allah sebelum Tuhan datang. Yohanes memanggil orang banyak untuk bertobat dan menyerahkan diri mereka dibaptis sebagai tanda pertobatan (3-6). Di sisi lain, Yohanes melihat kemunafikan orang banyak yang datang untuk bertobat. Mereka memberi diri dibaptis bukan untuk mendapatkan pengampunan dosa. Itu sebabnya Yohanes menyebut mereka ular beludak. Ular beludak adalah sejenis ular berbisa yang terkenal menembus kandungan ibunya dengan memakannya. Ular beludak melambangkan kekejaman dan kekerasan hati orang banyak. Mereka tidak dapat menghindar dari hukuman Allah apabila tidak sungguh-sungguh bertobat (7). Penghakiman Allah sungguh adil. Allah tidak pandang bulu. Tidak penting apakah mereka keturunan Abraham atau bukan. Yang penting adalah kalau mereka tidak sungguh-sunguh bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan, maka mereka akan dihukum dengan keras (8-9). Seharusnya kita selalu introspeksi diri, apakah kita sungguh-sungguh sudah bertobat dan meninggalkan perilaku dosa? Jangan sampai kita membawa murka dan penghukuman Allah di sepanjang hidup kita. Karena itu, marilah kita menjadi manusia yang mencerminkan buah Roh dalam hidup kita sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat.