Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Di Manakah Anda?
Minggu, 4 Mei 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Yohanes 19:38-42
Audio Ayat
Audio Renungan
Kematian Yesus memunculkan para pengikut-Nya yang dahulu sembunyi-sembunyi untuk mengikut Yesus. Yusuf dari Arimatea adalah seorang anggota mahkamah agama Yahudi (Sanhedrin) yang terkemuka dan kaya (Mat. 27:57; Mrk. 15:43; Luk. 23:50-52). Tidak mudah bagi seseorang dengan kedudukan seperti itu untuk menyatakan diri sebagai murid dari orang yang dianggap sebagai âmusuhâ para pemimpin Yahudi. Yusuf dari Arimatelah yang meminta izin dari Pilatus untuk menguburkan Yesus.
Nikodemus, yang pernah datang di malam hari untuk berbicara dengan Yesus (Yoh. 3:1-2), saat itu datang membawa bahan rempah-rempah dalam jumlah yang luar biasa banyaknya untuk merempah-rempahi mayat Yesus, sebelum dikafani. Hanya seorang raja yang biasanya dirempah-rempahi dengan rempah-rempah sebanyak itu (50 kati = 30 kg). Bagi Nikodemus, Yesus adalah rajanya. Yusuf dan Nikodemus kemudian menguburkan Yesus di kubur yang baru. Menurut Matius, kubur itu milik Yusuf dari Arimatea (Mat. 27:60).
Di manakah para murid Yesus yang lain ketika Ia dikuburkan? Petrus mungkin sedang menangisi dirinya dan menyesali perbuatannya karena ia telah menyangkali Yesus. Mungkin murid yang dikasihi Yesus sedang mengajak ibu Yesus, Maria, pulang ke rumahnya untuk menghibur dan menguatkan dia (Yoh. 19:27). Akan tetapi, di manakah para murid-Nya yang lain? Mereka tercerai-berai, takut, dan sembunyi entah di mana.
Di manakah kita, ketika penolakan terhadap Tuhan terjadi saat kita melayani Tuhan? Kita lari dan bersembunyi karena ketakutan? Atau menyesali diri karena sudah menyangkal Dia atau mengompromikan iman? Atau saling menguatkan, seperti sikap murid yang dikasihi Yesus itu saat menghibur ibu Yesus? Atau kita seperti Yusuf dan Nikodemus yang mempertaruhkan reputasi dan keamanan pribadi demi melakukan yang terbaik bagi Yesus?