Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Hidup Baru yang Menghidupkan
Sabtu, 27 September 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 9:19-27
Audio Ayat
Audio Renungan
Banyak orang berpikir bahwa keselamatan menjadi akhir dari segalanya. Artinya, setelah mereka memiliki keyakinan akan keselamatan di dalam Kristus, maka selesailah juga seluruh pergumulan hidup mereka. Mereka tinggal menikmati hidup dan menantikan saat kembali ke surga.
Melalui perikop ini, Paulus menjelaskan hidup baru bukan akhir dari tujuan kita di dunia ini. Kita memiliki tugas seperti Paulus, yaitu menyaksikan tentang hidup benar untuk memenangi sebanyak mungkin orang (19), seperti orang Yahudi, orang yang hidup di bawah hukum Taurat dan yang tidak (20,21), orang yang lemah, dan bagi semua orang (22). Paulus menggambarkan bahwa hidup baru seperti sebuah pertandingan yang harus dimenangkan oleh orang Kristen yang lahir baru. Kalau dalam menghadapi satu pertandingan, seorang pelari berlatih selama 10 bulan dan membatasi kebebasan serta mendapat suatu peraturan yang ketat. Tujuannya adalah memenangi pertandingan dengan sesama pelari untuk mendapatkan mahkota yang fana (25). Paulus menegaskan bahwa setiap orang Kristen harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dalam menghadapi pertandingan. Tujuannya adalah mendapatkan mahkota keabadian (25). Paulus mengingatkan adanya kendala dalam suatu pertandingan, yaitu diri sendiri. Ketidakmampuan menguasai diri dapat berakibat fatal. Karena itulah, Paulus dengan giat melatih dirinya agar ia berhasil mencapai garis akhir dari sebuah pertandingan (27).
Setiap orang yang bernafas pasti meyakini bahwa mereka "hidup". Bukan sekadar menjalani hidup, tetapi menghidupi hidup itu sendiri, yaitu hidup baru di dalam Kristus. Banyak orang merasakan bahwa mereka seolah-olah sudah menghayati hidup. Paulus menasihati orang percaya masa kini bahwa hidup baru yang dianugerahkan Kristus kepada kita adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Renungkan: Sudahkah anda melatih dan menguasai diri anda untuk bertanding demi merebut mahkota yang kekal?