Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Hidup Menghasilkan Buah
Minggu, 21 Desember 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Filipi 1:18-26
Audio Ayat
Audio Renungan
Apa sebabnya Paulus dapat optimis, bahkan bersukacita di tengah penderitaannya, khususnya pemenjaraan yang menimpa dirinya? Bukankah ada kemungkinan ia akan dieksekusi oleh karena imannya?
Paulus tidak khawatir mengenai keselamatannya, karena ia percaya bahwa kesudahannya adalah keselamatan surgawi (19). Dirinya adalah pemberi dan milik Kristus, untuk Dia saja â hidup atau mati â Paulus mengabadikan dirinya.
Satu hal yang Paulus khawatirkan ialah bagaimana hidupnya tetap dapat dipermuliakan Tuhan, baik ketika ada dalam penjara maupun pada masa mendatang, entah dalam keadaan apa pun bahkan sampai saat kematiannya (20). Bagi Paulus, persoalannya bukan mati atau hidup, melainkan asalkan keduanya memuliakan Tuhan. Di satu sisi, memang kematian akan menyelesaikan perkara penderitaan dan kesusahan di dunia ini. Kematian berarti permulaan dari menikmati secara penuh persekutuan keselamatan yang telah Kristus kerjakan (23). Di sisi lainnya, Paulus melihat kebutuhan dan sekaligus panggilan Tuhan untuk tetap berkarya dalam dunia ini. Paulus melihat kebutuhan konkret jemaat Filipi dan pelayanan mereka. Sebab itu, Paulus memutuskan untuk taat pada kehendak Allah, yaitu tinggal dalam dunia ini untuk hidup menghasilkan buah (22,24-25).
Kematian bukan pelarian bagi Paulus. Selama hidupnya, ia harus menghasilkan buah bagi Allah, yaitu menjadi berkat bagi orang-orang yang Tuhan pertemukan bagi Paulus. Kalau tiba waktu kematian menjemput, Paulus tahu ia akan ke surga mulia. Sekarang, selagi ia hidup berarti bekerja dan melayani Tuhan.
Doa: Tuhan, kiranya kesukaanku yang terdalam ialah bahwa entah aku masih lama hidup atau segera akan mati, aku menyenangkan-Mu.