Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Karunia untuk Menderita
Senin, 22 Desember 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
Filipi 1:27-30
Audio Ayat
Audio Renungan
Bagi sebagian besar orang, menderita berarti tidak bahagia, tidak disayang Tuhan dan nasib sial. Bagi orang lain, penderitaan adalah cara memurnikan diri untuk dapat menikmati surga mulia kelak. Bagi Paulus, kedua anggapan itu tidak tepat. Penderitaan demi Kristus adalah karunia (29). Paulus sadar panggilan untuk menderita demi Kristus adalah panggilan mulia. Ia mendorong jemaat Filipi untuk tetap hidup sepadan dengan Injil (27) dan tiada gentar akan musuh- musuh yang akan menyerang mereka (28), walaupun menghadapi risiko sama seperti yang sedang dihadapi Paulus saat itu. Mengapa demikian?
Pertama, adalah kehormatan bila seseorang menderita bagi Kristus, karena itu berarti ia dipercaya untuk memikul salib dan mengikut Dia. Penderitaan karena melayani Dia yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita menjadi suatu karunia. Kedua, penderitaan mempersatukan umat Allah. Bukan hanya berpegang pada prinsip Alkitab mempersatukan umat melalui disiplin Ilahi, kenyataan hidup kita juga mempersatukan saat umat Allah menghadapi penganiayaan agar menyangkal imannya. Kondisi seperti itu akan mendorong umat Allah saling menolong dan menguatkan satu sama lain dalam persekutuan doa.
Ketiga, penderitaan merupakan latihan iman. Dengan melatih diri setia walaupun menderita, tetapi melayani mesti sakit, iman menjadi kuat dan tangguh. Tuhan dapat memakai kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Keempat, penderitaan beroleh makna baru. Bagi orang tidak beriman, penderitaan demi Injil adalah kekalahan. bagi orang beriman, penderitaan demi Injil justru merupakan tanda keselamatan Allah sedang berlaku. Allah menyertai hamba-hamba-Nya dan menyelamatkan orang lain melalui hamba-hamba-Nya itu (28).
Renungkan: Penderitaan bukan semata bagian yang tak terelakkan dalam hidup ini. Penderitaan demi Kristus adalah panggilan, bahkan karunia mulia yang patut kita sambut dari-Nya dalam hidup ini.