Gemar Membaca Alkitab
Mari bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Firman Tuhan setiap hari melalui renungan dan penelaahan Alkitab.
Jika Ini Adalah Milikku, maka...?
Senin, 15 September 2025 â Santapan Harian x GKI Perniagaan
Ayat Renungan
1 Korintus 3:18-4:5
Audio Ayat
Audio Renungan
Biasanya, kita akan melanjutkannya dengan "...saya bebas melakukan apa saja dengannya dan kepadanya." Benarkah demikian? Apa yang Paulus katakan dalam bagian ini memberikan kepada kita suatu pengertian yang agak berbeda tentang arti kepemilikan atau memiliki sesuatu.
Dalam bagian ini, Paulus meringkaskan argumen terdahulunya, yaitu: mengapa bermegah pada manusia dan memfavoritkan seorang pelayan, serta berselisih sehingga ada perpecahan? Semuanya tidak perlu, karena segala sesuatu adalah milik-"mu", milik jemaat Korintus (21,22). Argumen seperti ini menarik. Bagi sebagian orang, masalah hak milik bisa menjadi sumber perselisihan dan perpecahan. Lalu apa arti kepemilikan seperti ini? Jemaat Korintus memiliki segala sesuatu, karena mereka adalah milik Kristus, Sang Pemilik segala sesuatu. Melalui kasih karunia Allah, mereka memiliki segala sesuatu dalam Kristus. Mereka disebut sebagai bait Allah, yaitu tempat Roh Allah menjadi nyata dalam kehidupan jemaat. Kehidupan yang dikuasai oleh Roh Allah menjadi gaya hidup yang kontras dengan gaya hidup orang Korintus yang mengalami kemerosotan secara rohani.
Memiliki segala sesuatu dalam Kristus bagi orang percaya berakibat pada dua hal. Pertama, di dalam Kristus kita memiliki segala sesuatu, maka kita hanya dapat bermegah dalam Tuhan dan tidak mengandalkan diri sendiri. Hidup Kristen yang memiliki segala sesuatu adalah hidup yang mencari hikmat Allah dan taat kepada kehendak-Nya. Kedua, memiliki segala sesuatu di dalam Kristus berarti sadar bahwa kita semua adalah milik Kristus dan hamba Kristus. Sesama hamba Kristus kita tidak diperkenankan untuk saling menghakimi, karena hanya Tuhanlah satu-satunya hakim.
Renungkan: Jangan biarkan hidup kita diperhamba oleh materi dan kenikmatan dunia. Jadikanlah hidup kita bebas bergerak dalam rahmat Allah. Melalui anugerah-Nya, kita memiliki segala sesuatu untuk dapat mengarahkan hidup kita menjadi manusia yang berkenan kepada Allah.